Godin siap berkontribusi untuk Uruguay meski usianya tak lagi muda

Bek tengah sekaligus kapten tim nasional Uruguay, Diego Godin, menyatakan dirinya siap berkontribusi untuk La Celeste dalam Piala Dunia 2022 Qatar meskipun usianya tak lagi muda.

Pesepak bola berusia 36 tahun itu sempat diragukan bisa masuk skuad Uruguay untuk Piala Dunia 2022 karena sempat mengalami cedera. Beruntung ia bisa pulih tepat waktu dan dapat memenuhi panggilan juru taktik Diego Alonso untuk terbang ke Qatar.

"Syukurlah saya bisa pulih, bisa ikut berlatih, dan bersaing bersama rekan-rekan di timnas," katanya dalam jumpa pers pralaga di Doha, Rabu, sehari menjelang pertandingan penyisihan Grup H melawan Korea Selatan.

Baca juga: Gelandang Uruguay Torreira tidak ingin remehkan kekuatan Korea Selatan

Ketika ditanya oleh wartawan, Godin versi apa yang bakal tampil di Qatar, mantan bek Atletico Madrid itu menegaskan bahwa ia akan tetap mengerahkan segalanya meski mungkin secara stamina berbeda dengan apa yang ia perlihatkan pada 10-20 tahun lalu.

"Tahun ini Anda akan menyaksikan Diego Godin seutuhnya, tapi tentu berbeda dengan Godin yang Anda tahu 10-20 tahun lalu," katanya.

"Tapi saya akan tetap memberikan segalanya untuk tim ini, baik itu di atas lapangan maupun di sesi latihan. Saya siap mengorbankan semuanya untuk negara saya," ujar Godin menambahkan.

Godin akan menjalani penampilannya dalam Piala Dunia untuk keempat kalinya sepanjang karier.

Kendati demikian, Godin tidak mau melebih-lebihkan aspek pengalaman yang dimilikinya.

Baca juga: 600 polisi disiapkan cegah kepadatan suporter timnas Korsel di Seoul

Bagi Godin yang terpenting tetap bagaimana sikapnya selama pertandingan, apakah ia bisa menjawab kebutuhan di atas lapangan.

"Saya bisa saja bicara tentang pengalaman main di Piala Dunia untuk keempat kalinya, tapi itu tidak serta merta membantu tim menang. Yang penting adalah hadir di atas lapangan, siap memberikan tenaga dalam situasi apapun," ujarnya.

Khusus untuk laga kontra Korsel, Godin menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya menghormati lawan tetapi tidak akan terlalu menyibukkan diri untuk memikirkan lawan dan fokus untuk membenahi diri.

"Kami harus selalu menghormati lawan. Kami sadar akan menghadapi tim yang terus berkembang dan dinamis, serta memiliki gaya bermain yang khas," katanya.

"Tapi beberapa hari terakhir fokus kami adalah memperhatikan apa yang bisa kami lakukan demi menyuntik kepercayaan diri, ketimbang sibuk memikirkan lawan," ujar Godin.

Baca juga: Pelatih Korsel langsung fokus pada laga awal lawan Uruguay
Baca juga: Profil dan peta kekuatan Grup H Piala Dunia 2022