Gojek Akan Beri Informasi Bencana dalam Aplikasi

Liputan6.com, Jakarta - Gojek menjalin kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pentahelix penanggulangan bencana di Indonesia.

Pentahelix merupakan upaya konkret BNPB berupa pelibatan lima pihak: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi atau pakar, dan media massa dalam penanggulangan bencana.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di kantor Gojek, Jakarta, baru-baru ini.

Kerjasama melingkupi beberapa hal, seperti penempatan konten informasi bencana yang tertanam di aplikasi Gojek, pelatihan karyawan dan mitra Gojek, maupun kerjasama bentuk lain yang tidak terbatas pada pemberian bantuan personel maupun logistik.

“Dalam jangka panjang, ruang lingkup kerjasama Gojek dan BNPB akan melampaui aktivasi bantuan relawan dan kebutuhan logistik dan mencakup kerjasama pengembangan inovasi yang berfokus pada edukasi dan diseminasi informasi tentang kebencanaan lewat aplikasi Gojek,” kata Chief of Public Policy and Government Relations Gojek, Shinto Nugroho, dalam keterangan resminya, Jumat (21/2/2020).

Selain itu, menurut Shinto, BNPB juga akan memberikan pelatihan tanggap bencana untuk mitra dan karyawan Gojek.

 

Dampak Sosial Positif

Logo baru Gojek (Foto: Andina Librianty/Liputan6.com)

Sejalan dengan DNA Gojek yang berfokus kepada perluasaan dampak sosial yang positif, kata Shinto, kerja sama dengan BPNB itu merupakan perwujudan komitmen jangka panjang Gojek sebagai perusahaan anak bangsa dan bagian dari masyarakat Indonesia.

“Kami sangat mendukung BNPB dan terus bersinergi dengan pemerintah mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin waspada dan tangguh bencana,” kata Shinto

Kepala BNPB Doni Monardo mengapresiasi komitmen Gojek sebagai perusahaan teknologi on-demand pertama yang berinisiatif menjadi mitra pemerintah dalam usaha penanggulangan bencana di Indonesia.

”Perlu digarisbawahi bahwa upaya penanggulangan bencana adalah urusan bersama,” tegasnya.

(Isk/Ysl)