Gojek beri pembaruan fitur GoGreener Carbon Offset

Maria Rosari Dwi Putri
·Bacaan 2 menit

Setelah meluncurkan GoGreener Carbon Offset yang diikuti dengan penanaman 1.500 pohon mangrove (bakau) di Jakarta, Demak dan Bontang pada Desember 2020, Gojek memberikan pengembangan fitur untuk memudahkan pengguna dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan.

"Pengembangan fitur ini tidak lepas dari tingginya antusiasme para pelanggan terhadap fitur GoGreener Carbon Offset di aplikasi Gojek. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya target penanaman pohon dalam kurang dari tiga bulan sejak diluncurkan," kata Group Head of Sustainability Gojek Tanah Sullivan melalui keterangannya, Kamis.

"Selanjutnya, kami menambahkan pilihan jejak karbon lainnya seperti jejak karbon dari penggunaan televisi, AC, kulkas dan laptop, seiring dengan kondisi pandemi COVID-19 di mana kebiasaan bekerja dan belajar dari rumah lebih relevan," imbuhnya.

Pengembangan fitur ini melengkapi layanan yang telah ada sebelumnya, yaitu kalkulator karbon ilmiah yang merujuk pada Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Baca juga: GoRide & GoCar pilihan utama masyarakat yang bepergian saat pandemi

Baca juga: GoFood prediksi "dessert box" populer tahun ini

Selanjutnya adalah konversi hasil perhitungan jejak karbon ke jumlah pohon yang dibutuhkan, dan monitoring dashboard untuk melihat status kesehatan pohon, yang dapat diakses kapan pun dan dimana pun.

Tanah pun kembali mempertegas pentingnya transparansi dalam fitur GoGreener Carbon Offset melalui monitoring dashboard, "Kami percaya bahwa untuk membangun perilaku baru atau mengadopsi gaya hidup baru, perlu diciptakan sebuah proses yang transparan dan mudah dipahami."

Seluruh tahapan GoGreener Carbon Offset, dari perhitungan jejak karbon di awal, konversinya ke satuan pohon yang perlu ditanam, sampai di mana serta kapan pohon akan ditanam.

Transparansi juga diklaim menjadi prinsip dalam melengkapi fitur ini dengan monitoring dashboard yang menyajikan data pertumbuhan pohon, seperti diameter dan tinggi batang, sampai foto pohon untuk melihat warna dan tingkat kesehatan daun.

Selain itu, para pelanggan juga dapat dengan mudah dan nyaman menggunakan fitur GoGreener Carbon Offset karena seluruh proses dari menghitung jejak karbon, memilih lokasi penanaman, hingga melakukan pembayaran dengan GoPay dapat dilakukan melalui aplikasi Gojek, tanpa harus berpindah-pindah platform.

Seluruh hasil inisiatif penyerapan jejak karbon dari pelanggan GoGreener Carbon Offset juga telah didaftarkan ke Sistem Registri Nasional (SRN) yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebagai kontribusi dari masyarakat Indonesia untuk membantu pencapaian target penurunan emisi 29 persen pada 2030.

Baca juga: Indonesia jadi pasar layanan pesan-antar makanan no.1 di Asia Tenggara

Baca juga: Layanan pesan-antar makanan meroket 183 persen

Baca juga: Asuransi gadget praktis lewat GoSure dan GoPay