Gojek Mulai Cetak Laba Operasional

Krisna Wicaksono, Novina Putri Bestari
·Bacaan 1 menit

VIVAGojek berhasil menorehkan kinerja positif pada 2020. Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo mengatakan bahwa perusahaan berhasil mencetak laba operasional di luar biaya headquarter, di tengah kondisi penuh tantangan dalam tahun ini.

“Gojek memasuki usia ke-10 di saat terjadi krisis pandemi. Ini pencapaian yang luar biasa. Ekosistem Gojek terus memainkan peran penting dalam mempertemukan supply dan demand, memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya saa konferensi pers, dikutip Jumat 13 November 2020.

Sampai Oktober tahun ini, total nilai transaksi di dalam platform Gojek Group mencapai US$12 miliar atau sekitar Rp170 triliun. Angka itu naik 10 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Investasi kan ada perpaduan pendanaan dari luar dan internal cashflow. Jika ada profit dari titik produk itu, investasi yang kami lakukan tidak hanya dari luar. Sejak tahun ini, investasi bisa dihasilkan dari internal cash flow, ini penting sekali,” tuturnya.

Semakin besar cashflow internal, kata dia, maka mereka dapat melakukan pengembangan tanpa perlu menggunakan dana dari luar.

“Kunci menuju sustainability adalah menghasilkan keseimbangan bisnis yang seperti ini. Dengan adanya profit, berarti investasi yang kami lakukan tak terbebani dari pendaanaan luar,” jelasnya.

Sementara itu Co-CEO Gojek lainnya, Kevin Aluwi menjelaskan bahwa keberhasilan Gojek tak lepas dari peran para mitra. Untuk itu, mereka terus berkomitmen memberikan peluang terhadap kehidupan yang lebih baik melalui teknologi.

"2020 adalah tahun di mana kami belajar banyak hal, sekaligus mencapai banyak hal yang membawa perusahaan jauh lebih kuat secara fundamental. Kami optimistis, bahwa 2021 akan menjadi tahun yang lebih baik bagi Gojek dan mitra-mitra kami," ungkapnya.

Baca juga: Beli Xbox Series X Rp8 Jutaan, Cuma Bisa Jadi Ganjalan Pintu