Gojek Perkuat Fitur GoGreener Carbon Offset untuk Gaya Hidup Peduli Lingkungan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gojek bekerja sama dengan startup Jejak.in merilis fitur baru, yakni GoGreener Carbon Offset pada September 2020.

Lewat fitur ini, pengguna Gojek dapat menghitung jejak karbon yang mereka hasilkan, lalu mengkonversikannya menjadi penanaman sejumlah pohon.

Kini di awal 2021, Gojek mengumumkan telah menambah kemampuan dari fitur GoGreener Carbon Offset yang ada di aplikasinya. Selain menyerap jejak karbon kendaraan, kini pengguna dapat menghitung penyerapan jejak karbon pada barang elektronik, seperti TV, AC, kulkas, dan laptop.

"Pengembangan fitur ini tidak lepas dari tingginya antusiasme para pelanggan terhadap fitur GoGreener Carbon Offset di aplikasi Gojek," tutur Group Head of Sustainability Gojek, Tanah Sullivan dalam keterangan resmi, Kamis (4/2/2021).

Antusiasime itu, menurut Tanah, terbukti dari tercapainya target penanam pohon dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak fitur ini diluncurkan. Bahkan, target pohon untuk wilayah DKI Jakarta tercapai hanya dalam satu bulan.

Untuk diketahui, fitur GoGreener Carbon Offset juga sudah dilengkapi dengan monitoring dashboard. Tanah menuturkan, kehadiran monitoring dashboard merupakan bentuk pentingnya transparansi bagi para pengguna.

"Kami percaya bahwa untuk membangun perilaku baru atau mengadopsi gaya hidup baru, perlu diciptakan sebuah proses yang transparan dan mudah dipahami," ucap Tanah menambahkan.

Pengguna yang ingin menggunakan fitur GoGreener Carbon Offset dapat melakukannya langsung dari aplikasi Gojek. Mulai dari menghitung jejak karbon, memilih lokasi penanaman, hingga melakukan pembayaran dengan GoPay.

Menambah Wilayah Penanaman

Hutan mangrove. Kementerian KKP
Hutan mangrove. Kementerian KKP

Gojek juga mengatakan pengembangan fitur GoGreener Carbon Offset ini didukung pula dengan penambahan wilayah penanaman. Kini, ada dua lokasi baru yang ada di Semarang dan Surabaya.

Selain itu, Gojek juga berkomitmen untuk menggandakan jumlah pohon yang ditanam oleh konsumen di total lima lokasi di Indonesia. Fitur ini sendiri juga mendapat dukungan peneliti senior The World Agroforestry Center (ICRAF), Dr Beria Leimona.

"GoGreener Carbon Offset adalah bukti bahwa bila dijalankan dengan baik, sains yang diakselerasi dengan teknologi menjadi lebih kuat dalam mendorong perubahan," tutur Beria.

Seluruh hasil inisiatif penyerapan jejak karbon dari pengguna juga didaftarkan ke Sistem Registri Nasional (SRN) yang dikelola Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Proses Penanaman Pohon

Hutan mangrove. Kementerian KKP
Hutan mangrove. Kementerian KKP

Sebagai informasi, pohon yang terkumpul dari fitur ini akan ditanam oleh mitra konservator Gojek dan Jejak.in, yaitu Lindungi Hutan, sebuah platform penggalangan dana online khusus untuk konservasi hutan dan lingkungan.

Tim Lindungi Hutan akan melakukan penanaman, pemantauan pertumbuhan pohon, serta laporan evaluasi berkelanjutan yang dapat diakses oleh pengguna Gojek.

Pengguna cukup masuk ke aplikasi Gojek, kemudian memilih shuffle card Jejak.in dari halaman utama. Setelah itu, konsumen bisa menghitung jejak karbon yang dihasilkan setiap hari, dan membeli pohon untuk penyerapan jejak karbon. Pembayaran dilakukan melalui GoPay.

Di fase pertama, pohon akan ditanam di Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk, DKI Jakarta, Konservasi Mangrove Pesisir Bedono, Demak, Jawa, dan Konservasi Laskar Taman Nasional Mangrove Park Bontang, Kalimantan Timur. Pohon mangrove akan ditanam di tiga lokasi tersebut.

"Untuk tahap awal baru di tiga lokasi tersebut, dan ini masih fase I. Nanti akan diperluas," jelas Program Manager GoGreener Carbon Offset, Yoanita Simanjuntak.

(Dam/Isk)