Gokil Max dari Smartfren Kini Lebih Terjangkau, Mulai Rp 15.000 untuk Kuota 5GB

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Smartfren baru saja menghadirkan varian baru dari paket Gokil Max dengan harga yang lebih terjangkau. Kini, paket tersebut tersedia dalam varian Rp 15.000 dengan kuota 5GB (2GB kuota nasional, 3GB kuota lokal) dan extra kuota 15GB (01.00-05.00 WIB) dengan masa aktif 14 hari.

"Seiring dengan antusiasme pelanggan terhadap paket Gokil Max, kini Smartfren menghadirkan varian baru yang lebih mudah dijangkau masyarakat luas," tutur Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (17/11/2021).

Selain varian Rp 15.000, Smartfren juga menghadirkan paket data varian lain, salah satunya dengan harga Rp 30.000 yang menawarkan kuota utama 9GB (kuota nasional 3GB, kuota lokal 6G), extra kuota 30GB (01.00-05.00 WIB), serta masa berlaku 30 hari.

Lalu ada paket lain dengan harga RP 60.000 yang menawarkan kuota utama 21GB (kuota nasional 7GB, kuota lokal 14GB), extra kuota 50GB (01.00-05.00 WIB) dengan masa berlaku 30 hari.

Sementara untuk varian paling besar, Smartfren menghadiirkan paket Rp 80.000 dengan kuota utama 36GB (kuota nasional 12GB, kuota lokal 24GB), extra kuota 70GB (01.00-05.00 WIB) dan masa berlaku 30 hari.

"Mulai dari Rp2.000 per GB, siapapun bisa mendapatkan Gokil Max dan memakainya untuk membuka peluang baru; seperti upload video atau foto di media sosial untuk menjadi kreator digital atau berlatih game untuk membuat tim esports," tutur Djoko melanjutkan.

Saat ini, Smartfren Gokil Max sudah hadir di total 233 kota/kabupaten di Indonesia, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Lampung, Yogyakarta, Sumatera Selatan, Bante, Jabodetabek, dan beberapa daerah lain.

Pelanggan Smartfren bisa mendapatkan paket Gokil Max dalam bentuk voucher data, kartu perdana, maupun paket data. Untuk memudahkan, pelanggan juga bisa membeli paket data ini secara digital melalui aplikasi MySmartfren.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Smartfren Gandeng Investor Dubai Bangun Pusat Data 1000MW di Indonesia

Penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan antara Smartfren dengan perusahaan asal Abu Dhabi G42. (Foto: Smartfren)
Penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan antara Smartfren dengan perusahaan asal Abu Dhabi G42. (Foto: Smartfren)

Sebelumnya, Smartfren baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan asal Abu Dhabi yang bergerak di bidang kecerdasan buatan maupun cloud computing, yakni Group 42 (G42) dan PT Amara Padma Sehati (APS) sebagai mitra lokal asal Indonesia.

Melalui nota kesepahaman yang ditandangani pada 31 Oktober 2021 ini, Smartfren berencana menyelenggarakan pusat data berkapasitas 1000MW di Indonesia.

Pertukaran dokumen perjanjian dilakukan antara Chairman dan CEO Sinar Mas Telecommunication and Technology, Franky Oesman Widjaja dan CEO G42, Peng Xiao dalam sebuah acara yang digelar di Expo Dubai, Kamis, 4 November 2021

Acara itu juga disaksikan oleh Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri UEA dan Ruler of Dubai, HH Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum

"Smartfren memahami pentingnya pusat data sebagai tulang punggung perkembangan industri digital di Indonesia. Kami optimistis, kerja sama ini akan mewujudkan pembangunan pusat data di tanah air dan menjaga kedaulatan data nasional yang sedang dilakukan Pemerintah Indonesia," tutur Chairman & CEO, Sinar Mas Telecommunications & Technology, Franky Oesman Widjaja dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (5/11/2021)

Bentuk Kerja Sama

Nantinya, Smartfren dan perusahaan afiliasinya Moratel akan berkolaborasi dengan APS dan G42 yang berperan sebagai mitra strategis. Berbekal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masing-masing perusahaan, kolaborasi ini diharapkan bisa meningkatkan ketahanan, keamanan, dan kedaulatan data nasional.

Terlebih, kebutuhan pusat data di Indonesia saat ini memang tengah berkembang pesat. Karenanya, pembangunan pusat data yang memadai di dalam negeri menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.

Penggunaan pusat data yang berada di dalam negeri juga memberi kemampuan akses data yang lebih mudah, cepat, dan aman, sekaligus melengkapi dan memperkuat ekosistem digital untuk mendukung pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

"Dengan kemampuan kami dalam hal cloud computing, kami di G42 senang dan siap bekerja sama dengan Smartfren serta mitranya untuk mendukung pengembangan strategis infrastruktur digital Indonesia sesuai dengan standar internasional tertinggi untuk desain fasilitas, operasi, serta privasi dan keamanan data," tutur CEO G42, Peng Xiao.

(Dam/Isk)

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel