Gokomodo rilis dua platform dorong digitalisasi agrikultur

Startup agritech Gokomodo telah merilis dua platform utama untuk mendorong terciptanya ekosistem digital industri agrikultur Indonesia, negara yang memiliki 42,3 juta hektar lahan agrikultur, dengan sepertinya merupakan perkebunan kelapa sawit.

Dua platform utama yang dirilis Gokomodo adalah Gokomodo eProcurement dan Gokomodo AgriCommerce. Kecanggihan platform all-in-one dari Gokomodo membuat pelaku industri perkebunan Indonesia semakin mudah menjalankan bisnisnya.

"Kami berupaya menjembatani kendala yang dimiliki buyer dan seller. Digitalisasi proses bisnis untuk menciptakan ekosistem digital yang menguntungkan kedua belah pihak adalah solusi yang dapat kami tawarkan," kata CEO dan Co-founder Gokomodo Samuel Tirtasaputra dalam pernyataan persnya diterima di Jakarta pada Senin.

Tidak hanya untuk perusahaan, Gokomodo juga mengembangkan ekosistem digital yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh smallholders. Gokomodo akan selalu berusaha agar para pemangku kepentingan mendapatkan produk yang berkualitas dengan harga kompetitif dengan akses yang mudah, katanya.

Baca juga: Platform agricommerce Gokomodo resmikan hub pertamanya

Selain eProcurement, Gokomodo juga menjadi platform terlengkap yang mengkhususkan diri di bidang agricommerce, khususnya perkebunan, memperjual-belikan segala kebutuhan sektor agrikultur di gokomodo.com, mulai dari alat perkebunan, perlengkapan keselamatan, produk agrokimia, hingga pupuk dan material umum.

Tampilan platform dirancang ramah pengguna agar mudah diakses oleh berbagai kalangan guna mendukung perkembangan petani dan pekebun di Indonesia.

"Platform eProcurement dan Agricommerce Gokomodo menyediakan direktori lengkap, tidak hanya produk kebutuhan agrikultur berkualitas, namun juga produk alat bangunan, alat keselamatan, serta dapat menerima permintaan untuk produk lainnya secara spesifik melalui layanan customer service," kata Rizky Amalia dari First Resources Ltd.

Hal yang paling penting adalah adanya jaminan mutu dari Gokomodo sendiri, karena mereka bisa menjaga orisinalitas dan kualitas produk yang dijual dengan bekerja sama dengan principal dan distributor terpercaya, kata Rizky.

Gokomodo memiliki banyak fitur andalan yang memudahkan digitalisasi proses pengadaan (procurement), mulai dari tahap Request for Quotation (RFQ), Tender, hingga Konfirmasi Pembelian dapat dilakukan secara praktis.

Berbagai fitur eProcurement Gokomodo bertujuan untuk mewujudkan transparansi dan kemudahan pada proses procurement sektor agrikultur. Selain itu, segala riwayat aktivitas pengadaan akan disimpan secara digital oleh Gokomodo sehingga dapat diakses kembali apabila dibutuhkan.

Saat ini, platform eProcurement Gokomodo terus berkembang pesat dan memiliki lebih dari 2.000 seller/vendor serta dipercaya oleh para pemain besar di sektor agrikultur, seperti Bumitama Agri Ltd., Global Palm Resources, PT FAP Agri Tbk, dan Sampoerna Agro.

Solusi yang ditawarkan Gokomodo diharapkan dapat memodernisasi sektor agrikultur di Indonesia, agar dapat berkembang semakin pesat di masa depan.

Hal itu sejalan dengan riset McKinsey tahun 2020, yang menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam sektor agrikultur bisa membawa dampak positif bagi para petani dan meningkatkan output ekonomi hingga Rp94.846 triliun atau 6,6 miliar dolar per tahun.

Baca juga: Startup Greens tandatangani kesepakatan dengan perusahaan UAE E-Tech

Baca juga: Agritech CROWDE latih perempuan berwirausaha di tiga daerah

Baca juga: eFishery raih pendanaan Seri C senilai 90 juta dolar AS

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel