Gol Ketiga MU Bikin AS Roma Kena Mental

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVAAS Roma pulang dengan kepala tertunduk dari lawatan ke Old Trafford, markas Manchester United, Jumat dini hari WIB 30 April 2021. Leg pertama semifinal Liga Europa itu berakhir dengan skor 6-2 untuk keunggulan MU.

Pelatih Roma, Paulo Fonseca mengakui anak asuhnya tidak lagi memiliki kekuatan mental untuk bangkit setelah MU mencetak gol ketiganya. Terlebih lawan bermain solid.

"Ketika mereka mencetak gol ketiga, kami tidak lagi punya kekuatan mental untuk bangkit," kata Fonseca, dikutip dari Football Italia.

"Sulit untuk bermain melawan tim seperti Manchester United. Apalagi ketika Anda tidak bisa melakukan pergantian pemain karena telah habis kuotanya," imbuhnya.

MU membuka keungulan pada menit kesembilan. Tapi Roma bisa menutup babak pertama dengan berbalik unggul 2-1.

Sayangnya di babak kedua MU bisa bangkit. Lima gol disarangkan skuad asuhan Ole Gunnar Solskjaer ke gawang Roma.

Bagi Fonseca, kekalahan telak sangatlah berat. Mereka harus bisa menang empat gol tanpa balas ketika menjadi tuan rumah di leg kedua.

Yang paling disayangkan Fonseca dari pertandingan ini adalah momen di mana Roma kehabisan kuota pergantian pemain. Padahal di dalam lapangan, ada pemain yang semestinya ditarik keluar.

Kami kehilangan tiga pemain dan tidak ada pergantian lagi. Amadou Diawara dan Chris Smalling ksulitan, tapi saya tidak bisa mengganti mereka. Itulah mengapa babak kedua menjadi berat bagi kami," katanya.