Golden Eagle Energy Bidik Produksi 2 Juta Ton Batu Bara hingga Akhir 2021

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menargetkan produksi mendekati 2 juta ton batu bara hingga akhir 2021. Hingga semester I 2021, Perseroan telah membukukan produksi batu bara sebesar 743 ribu ton.

Raihan ini meningkat 26 persen yoy dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 590 ribu ton. Sementara dari volume penjualan hingga semester I-2021, tercatat sebesar 763 ribu ton. Naik 31 persen yoy dibanding semester I-2020 sebesar 581 ribu ton.

Direktur Utama SMMT Roza Permana Putra mengatakan, kinerja Perseroan yang moncer pada semester I-2021 diharapkan dapat berlanjut hingga akhir tahun ini.

"Kita berencana untuk mencapai produksi kami mendekati 2 juta ton,. Hal ini juga hampir sama dalam target penjualan kami di tahun ini mendekati hampir 2 juta ton,” ujar Direktur Utama SMMT Roza Permana Putra dalam paparan publik, Selasa (24/8/2021).

Roza menambahkan, pendapatan akan sangat tergantung dari kondisi harga batu bara yang belakangan ini meningkat. Namun, dari sisi laba, banyak faktor yang mempengaruhinya. Kendati begitu, melihat pencapaian kinerja Perseroan pada semester I 2021, Perseroan optimistis akan dapat membukukan hasil yang lebih baik hingga penghujung 2021.

"Untuk sampai ke laba bersih ada banyak faktor yang mempengaruhi. Namun hingga saat ini perseroan optimis bahwa pencapaian kinerja di akhir tahun diharapkan bisa lebih baik dibandingkan dengan semester I,” kata Roza.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham DLTA

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan Selasa, 24 Agustus 2021, saham DLTA melemah 2,33 persen ke posisi Rp 126 per saham. Saham DLTA dibuka stagnan Rp 129.

Saham DLTA berada di level tertinggi Rp 135 dan terendah Rp 120 per saham. Total frekuensi perdagangan 498 kali dengan volume perdagangan 55.744. Nilai transaksi Rp 707,4 juta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel