Golkar: Airlangga Tak Punya Musuh, Bangun Koalisi untuk Pilpres 2024 Lebih Mudah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid menegaskan, partainya solid mengusung ketua umumnya Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada 2024 mendatang. Meutya yakin tidak sulit bagi Airlangga untuk membangun koalisi di Pilpres 2024 mendatang.

"Untuk saat ini kita bicara dengan semua, maksudnya kita buka komunikasi dengan semua. Pak Airlangga kan sosok yang mudah kita pasangkan dengan semua orang,” jelas Meutya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/6/2021).

Meutya juga menekankan, Airlangga selama ini mudah berkawan. Bahkan, kata dia, Airlangga juga tidak memiliki musuh.

“Beliau enggak ada musuh, kawan banyak, jadi enggak sulit," katanya

Terakhir, Airlangga bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) pada Sabtu, 6 Juni 2021. RK salah satu tokoh yang masuk dalam bursa capres pada 2024. Dalam pertemuan itu bahkan, RK menggunakan baju kuning.

"Kita lihat siapa yang mendampingi pak Airlangga. kalau Pak RK pakai baju kuning tanya pak RK. Tapi kita membuka peluang dengan semua," katanya.

Akui Intensif dengan NasDem

Sementara itu, soal klaim Partai Nasdem yang mengaku intensif komunikasi dengan Golkar, Meutya mengakuinya.

"Betul dengan semua tidak hanya NasDem," kata Meutya di Gedung DPR, Kamis (10/6).

Ihwal rencana Nasdem yang hendak membentuk konvensi calon presiden, guna menjaring para tokoh terbaik, Golkar menegaskan, tak ada dalam pembicaraan.

"Kalau konvensi tidak ada dalam pembicaraan kita," sebutnya.

Koalisi Nasdem - Golkar Bisa Usung Capres

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com
Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com

Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI Saan Mustofa mengungkap, Nasdem tengah membuka komunikasi intensif dengan Partai Golkar untuk koalisi Pilpres 2024. Saan bilang, Nasdem dan Golkar punya persamaan platform dan historis.

"Kita komunikasinya intensif dengan Golkar karena kita punya persamaan platform sampai ada sisi historisnya itu kita lakukan secara intensif," ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/6).

Saan bilang, partainya berkoalisi dengan Golkar sudah cukup untuk mengusung pasangan calon presiden. Namun, Nasdem tetap membuka komunikasi dengan partai lain meski sudah cukup syarat ambang batas.

"Karena kalau Golkar dengan NasDem berkoalisi itu sudah cukup untuk mengusung dengan pasangan calon presiden. Itu sudah lebih dari dua puluh persen," ujarnya.

"Komunikasi itu terus dilakukan secara intensif walaupun kita juga berkomunikasi dengan partai-partai lain untuk membangun koalisi agar dalam kontestasi presiden bisa memenuhi persyaratan," jelas Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel