Golkar akui elektabilitas turun karena kader terlibat korupsi

MERDEKA.COM. Elektabilitas Partai Golkar menurun berdasarkan hasil survei Indonesia Network Election Survey (INES) yakni dari 22,1 persen menjadi 19,7 persen. Ketua DPP Golkar Hajriyanto Thohari mengaku wajar jika saat ini turunnya elektabilitas Golkar karena adanya kasus-kasus korupsi yang menimpa kader Golkar.

"Ya itu saya rasa itulah efeknya ketika adanya kader kami tertimpa musibah pastinya akan berdampak pada elektabilitas partai," ujar Hajriyanto dalam rilis survei elektabilitas Parpol dan Capres jelang pemilu 20014 penghakiman rakyat "siapa menabur akan menuai" di Jakarta Pusat, Minggu (7/4).

Namun, wakil ketua MPR ini mengatakan di tengah badai korupsi yang tengah menimpa partainya, Golkar tetap ingin bangkit dan berusaha memperbaiki elektabilitas partai hingga Pemilu 2014.

"Itu harus diupayakan kembali dengan memperbaiki semua yang ada termasuk membenahi partai," paparnya.

Saat ditanya jika ada keterlibatan kembali kader Golkar dalam kasus korupsi, Hajriyanto menuturkan partai akan mengambil sikap tegas. Sikap tegas tersebut katanya ada dua cara yakni persuasif dan secara administrasi.

"Kalau itu sudah paten, kalau menjadi tersangka akan ditempuh dua cara persuasif dengan jalan harus mengundurkan diri oleh kader yang bersangkutan dan langkah-langkah administrasi. Tapi sejauh ini, kader-kader partai golkar belum ada yang dipersuasif sudah mengundurkan diri," paparnya.

Bahkan, instruksi Aburizal Bakrie sebagai ketua umum partai mengimbau kepada kader agar bersikap selektif dalam bertindak. Sebab, jika salah dalam melangkah akan berdampak pada partai.

"Mesti berhati-hati jangan bermain-main, jangan melakukan langkah salah, karena langsung dan tidak langsung akan berdampak pada partai, bukan hanya elektabilitas tapi juga pemilu 2014 terutama pencapresan," tandasnya.

Seperti diketahui beberapa kader Golkar seperti Gubernur Riau Rusli Zainal sudah menjadi tersangka kasus korupsi PON serta indikasi keterlibatan Bendum Golkar Setya Novanto dan Kahar Muzakir yang ikut bermain korupsi dalam kasus PON Riau. Selain itu ada tuduhan dari Nazaruddin terhadap 2 kader Golkar yang menikmati uang proyek simulator SIM. Sementara yang tengah menjalani persidangan adalah Zulkarnaen Djabar dalam kasus korupsi pengadaan Alquran.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.