Golkar Jatim Gelar Wayang Kulit Arjuna Wiwaha, Kisahnya Diklaim Mirip Situasi Airlangga Hartarto

·Bacaan 1 menit
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan sambutan serta pidato politik dalam acara HUT Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Sabtu (23/10/2021). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Surabaya- Puncak peringatan HUT ke-57 Partai Golkar, DPD Partai Golkar Jatim menggelar pertunjukan wayang kulit cerita pendek berlakon Arjuna Wiwaha. Menurut Ketua Golkar Jatim Sarmuji, kisah Arjuna Wiwaha mirip dengan situasi yang saat ini dihadapi Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Kisah Kakawin Arjuna Wiwaha karya Empu Kanwa menceritakan Raja Airlangga melakukan pertempuran melawan musuh negara antara tahun 1028-1035. Dalam kisah ini Arjuna berhasil menyingkirkan pembuat rusuh kahyangan yaitu Prabu Niwatakawaca yang sakti mandraguna tetapi bersifat merusak.

"Secara kebetulan 1000 tahun setelah kisah Arjuna Wiwaha ditulis, ada tokoh bernama Airlangga Hartarto yang sedang mengemban tugas besar memulihkan kekacauan negara akibat Covid-19. Tentu kami berharap Pak Ketum Airlangga dapat menyelesaikan tugas negara ini sebaik-baiknya," ujar ketua Golkar Jatim, seperti yang dikutip dari TIMESIndonesia, Minggu (31/10/2021).

Ia menilai perjuangan Arjuna sebagai simbol raja menghadapi cobaan dan fokus dengan tugasnya saat ini persis dengan perjuangan Airlangga Hartarto. Terlebih, saat banyak pejabat negara mulai terang-terangan untuk membranding diri untuk kepentingan Pilpres, namun Airlangga Hartarto justru memilih fokus memulihkan perekonomian.

Ia mendoakan, dengan kesabaran dan ketabahan Ketum Airlangga memulihkan perekonomian, akan diganjar kursi presiden pada 2024 mendatang. Artinya, jika pada masa dulu Empu Kanwa menulis kisah Arjuna Wiwaha, maka masa sekarang sejarah dipahat Golkar Jatim.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel