Golkar: Jika BBM Naik, Papua Akan Mendapat Berkah  

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar, Satya Widya Yudha, mengatakan jika bahan bakar minyak (BBM) naik, idealnya daerah pelosok seperti Papua tidak perlu ikut dinaikkan karena dari dulu di daerah itu sudah Rp 10 ribu per liternya. "Ini salah satu berkah yang mereka terima," ujar dia di acara diskusi yang diadakan Radio Sindo Trijaya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu, 15 Juni 2013.

Dia berpendapat, jika membicarakan subsidi harga BBM yang patut kita ajak bicara adalah mereka yang memiliki kendaraan dan mereka yang berada di pelosok. Memang harus ada penghematan di sana-sini. "Untuk kepentingan rakyat juga," kata Satya.

Namun, politikus asal Partai Hanura, Saleh Husin, berpendapat jika BBM memang harus naik dan harus ada kompensasi, sumber pendanaannya jangan menggunakan utang luar negeri. Menurut dia, ini malah akan membuat rakyat makin sengsara di depannya. "Pemerintah yang baru ke depannya pun akan memiliki tanggung jawab besar," ujar dia dalam diskusi yang sama.

Kenaikan BBM ini dilihat Saleh sebagai alat politik pemerintah saja untuk mengambil empati rakyat. Saleh berpendapat, jika memang ingin menaikkan harga BBM, harusnya pemerintah gunakan kesempatan pada 2012 lalu, bukan dalam waktu dekat ini yang bertepatan dengan hari raya dan tahun politik. "Pemerintah setengah-setengah," ucapnya.

Sementara, Maruarar Sirait, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, berpendapat masih ada cara lain untuk menaikkan pendapatan negara tanpa mengurangi subsidi harga BBM, yakni genjot sektor penerimaan pajak dan menaikkan cukai makanan-minuman seperti rokok dan alkohol. "Jika dapat BBM tak perlu naik," ujar dia menanggapi dua pernyataan sebelumnya.

Politikus yang akrab disapa Ara ini menyatakan, pada dasarnya sasaran subsidi BBM sudah harus tepat guna dari sembilan tahun yang lalu. Jika masih ada penyimpangan, kata Maruarar, pertanyaannya adalah "di mana peran aparat? Harusnya kan mereka bergerak."

Dalam diskusi itu, baik Maruarar dan Saleh menyatakan penolakan mereka terhadap kenaikan BBM. Namun, menurut Maruarar, Senin,, 17 Juni 2013 besok akan jadi hari penentu bagaimana kompensasi dari kenaikan harga BBM tersebut.

AMRI MAHBUB

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...