Golkar Kota Bekasi: Video Anak Rahmat Effendi Tak Utuh, Khawatir Muncul Beda Persepsi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bekasi Daryanto menyayangkan beredarnya penggalan video Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Ade Puspitasari yang menanggapi OTT ayahnya Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Menurut dia, video yang tak utuh tersebut dikhawatirkan menimbulkan perbedaan persepsi dan menggiring opini publik.

"Kami khawatir pernyataan Ketua DPD salah satunya mengenai partai orange, akan menggiring opini publik ke suatu partai tertentu, padahal belum tentu," kata dia kepada Liputan6.com, Sabtu (8/1/2022).

Daryanto mengatakan, banyak narasi yang muncul dari penggalan video, yang seolah hanya berisi luapan amarah Ade yang notabene merupakan putri Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

"Bila ditayang secara menyeluruh, sangat jelas bahwa ibu Ade Puspitasari memberikan semangat dan motivasi agar kami (kader Golkar Kota Bekasi) bangkit dan semangat dalam menghadapi segala situasi apapun," ucap dia.

Ia menjelaskan, sebagai pimpinan, Ade merasa perlu untuk menjawab pertanyaan dari para kader mengenai situasi yang sedang menimpa Golkar Kota Bekasi saat ini.

"Sehingga disampaikan beliau, kita sedang mendapat ujian dan fitnah, sedang ramai sekarang ini. Maka dari itu perlunya klarifikasi kepada internal kader, karena belum ada keputusan pengadilan yang menyatakan beliau bersalah," jelasnya.

Hormati Proses Hukum

Daryanto memastikan, Partai Golkar Kota Bekasi menghormati proses hukum yang sedang dijalani Rahmat Effendi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia mengatakan, Ade juga menyampaikan kepada para kader agar tetap melanjutkan kontribusi wali kota untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan warga Kota Bekasi.

"Ade Puspitasari memerintahkan para kader untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan positif yang dipelopori wali kota," tandas dia.

Isi Penggalan Video Anak Rahmat Effendi yang Beredar di Medsos

Sebelumnya, dalam penggalan video yang beredar di media sosial, Ade Puspitasari mengatakan penangkapan ayahnya bukanlah OTT, lantaran tidak ada transaksi dan juga uang yang diamankan KPK saat itu.

Saksinya banyak, staf yang di rumah itu saksi semua, bagaimana Pak Wali dijemput di rumah, bagaimana Pak Wali hanya membawa badan. KPK hanya membawa badan Pak Wali, tidak membawa uang sepeser pun," kata Ade saat menghadiri Pelantikan Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kota Bekasi di Graha Girsang Jaka Setia, Bekasi Selatan, Sabtu 8 Januari 2022.

Ade menegaskan ada yang berupaya menjatuhkan nama baik sang ayah dengan melakukan pembunuhan karakter melalui skenario OTT. Ia menduga partainya tengah diincar pihak tertentu.

"Memang ini pembunuhan karakter, memang ini kuning sedang diincar. Kita tahu sama tahu siapa yang mengincar kuning," ujarnya.

Ade juga menyinggung kemungkinan berkoalisi dengan partai tertentu pada 2024, untuk memenangkan Golkar memimpin Kota Bekasi.

"Tapi nanti 2024, jika kuning koalisi dengan orange, matilah warna yang lain," tegas Ade yang disambut tepuk tangan para kader.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel