Good Morning Everyone Bawa Hegemoni Pop 90an di EP Lusi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Di masa keemasan musik Indonesia tahun 90an, grup musik beraliran pop amat menjamur di pasaran. Beberapa diantaranya bahkan bisa dinobatkan sebagai legenda karena eksistensinya yang masih terjaga sampai saat ini. Kini, hegemoni tersebut coba dikembalikan oleh grup band Good Morning Everyone.

Grup band asal Semarang, Jawa Tengah itu baru saja meluncurkan EP bertajuk Lusi. Di bawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia, GME menghadirkan 6 lagu bernuansa pop yang kental sebagai sajian awal mereka di industri musik Indonesia.

TERKAIT: Lirik Lagu Selamat Pagi, Good Morning Everyone

TERKAIT: Potret Awal Karier 5 Duo Vokal Perempuan di Musik Indonesia

TERKAIT: 4 Fakta Perjalanan Musik Aria Baron, Sosok Pemersatu Para Gitaris Indonesia

"Kita lihat talenta mereka, musikalitas mereka sudah matang di panggung. Kita melihat kematangan dan musikalitas GME yang luar biasa. Kita yakin sih GME akan terus rising," kata Muhammad Soufan selaku Managing Director Sony Music Entertainment Indonesia secara virtual, belum lama ini.

"Talenta adalah talenta, good song is a good song. Energi mereka dan karya Good Morning Everyone menurut kami punya keunikan. GME bukan baru kemarin mereka bermusik, mereka dari 2008, kemampuan musikalitas mereka juga tidak perlu diragukan. Mereka salah satu diamond yang orang-orang banyak yang belum tahu. Kita sama-sama mengasah supaya banyak yang lebih tahu," timpal Andrey Noorman sebagai Head of A&R Sony Music Entertainment Indonesia.

Terkonsep

Band Good Morning Everyone. (ist)
Band Good Morning Everyone. (ist)

Dalam EP Lusi, Good Morning Everyone menawarkan lagu-lagu yang sudah terkonsep secara temanya. Ichsan (vokal), Daniel (gitar), Yuli (gitar), Dhani (bass) dan Erwin (Keyboard) pun menawarkan empat lagu utama berjudul Perhatikan Sejenak, Sampai Jumpa Lagi, Bukan Denganmu dan Aku Untukmu sebagai intisari album dilengkapi Intro yang naratif berjudul Lusi dan outro berjudul Ikhtisar yang impresif. Jadilah, EP tersebut sebagai diary dengan cerita yang memiliki benang merah rapi.

"Ini materi kita yang random. Selama pandemi kemarin kita setoran lagu, dari beberapa lagu akhirnya dipilih 4 lagu ini. Dari situ kita dikasih challenge, gimana bikin ini jadi sesuatu yang beda. Akhirnya kita tambah 1 track yang berisi khusus tentang narasi 4 lagu itu. 4 lagu itu kan tentang Perpisahan, penyesalan, kemantapan hati, dan pengharapan. Keempat hal itu ada di sosok Lusi itu," papar Yuli.

Single Jagoan

Band Good Morning Everyone. (ist)
Band Good Morning Everyone. (ist)

Dari deretan lagu yang ditawarkan di EP Lusi, Good Morning Everyone akhirnya memilih tembang Bukan Untukmu sebagai single jagoannya. Berbarengan dengan perilisan EP-nya di berbagai platform musik digital, music video lagu tersebut pun sudah bisa dinikmati di layanan berbagi video gratis.

"Sebenernya kita punya jagoan masing-masing, tapi karena harus ada 1 lagu yang jadi jagoan, akhirnya kita bikin hearing session dengan teman-teman di sekeliling kita, akhirnya terpilihlah Bukan Denganmu. Karena lagunya kita lihat ini kan ballad, dan di bayangan kita kalau ada balerina, kayaknya blend banget sama musiknya, komponen yang pas antara visual dan musiknya," kata Ichsan menceritakan tentang alasan pemilihan single dan konsep music video yang diusung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel