Google Akuisisi Startup Keamanan Siber Israel Siemplify

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Google mengumumkan mereka telah mengakuisisi startup keamanan siber Israel, Siemplify, demi berinvestasi dan meningkatkan operasinya dalam keamanan perusahaan dan berbasis cloud.

Mengutip Tech Crunch, Rabu (5/1/2022), akuisisi ini sebelumnya sempat diberitakan oleh media Israel, dan baru saja dikonfirmasi baik oleh Google maupun Siemplify.

"Hari, saya sangat bersemangat dan bangga untuk mengumumkan Siemplify telah diakuisisi oleh Google," kata Amos Stern, CEO dan Co-founder Siemplify dalam blog-nya.

Stern juga mengatakan bahwa dengan akuisisi ini, Siemplify akan diintegrasikan ke dalam Google Cloud Platform, khususnya operasi Chronicle.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Keyakinan yang Sama

Simak langkah-langkah perlindungan bagi UMKM terhadap serangan siber. (Foto: Unsplash.com/Fly).
Simak langkah-langkah perlindungan bagi UMKM terhadap serangan siber. (Foto: Unsplash.com/Fly).

Sunil Potti, VP/GM Google Cloud Security, dalam blog resminya mengatakan, mereka memiliki komitmen untuk memajukan keamanan yang tak terlihat dan mendemokratisasi operasi keamanan untuk setiap organisasi.

"Siemplify membagikan visi kami di bidang ini, dan akan bergabung dengan tim keamanan Google Cloud untuk membantu perusahaan mengelola respons ancaman mereka dengan lebih baik," kata Potti.

Potti menulis kedua perusahaan sama-sama yakin bahwa analis keamanan harus mampu menyelesaikan lebih banyak insiden dengan kompleksitas yang lebih besar, dengan usaha dan pengetahuan yang kurang khusus.

"Dengan Siemplify, kami akan mengubah aturan tentang cara organisasi berburu, mendeteksi, dan merespons ancaman," kata Potti.

Nilai Akuisisi

Pakar siber ungkap tips mencegah dan mengatasi kebocoran data pribadi. (pexels/pixabay).
Pakar siber ungkap tips mencegah dan mengatasi kebocoran data pribadi. (pexels/pixabay).

Tidak diungkapkan berapa nilai kesepakatan tersebut oleh kedua perusahaan. Namun sebuah sumber menyebut akuisisi ini bernilai US$ 500 juta (sekitar Rp 7,1 triliun), seperti yang pernah disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya.

Siemplify sendiri telah mengumpulkan total US$ 58 juta, dengan putaran terakhir pada Mei 2019. Beberapa investor mereka termasuk Georgian, 83North, Jump Capital, dan G20 Ventures.

Siemplify sudah memiliki kantor pusat di New York, Amerika Serikat, tetapi mereka didirikan dan masih memiliki operasi riset dan pengembangan di Israel.

(Dio/Ysl)

Infografis Dampak Dugaan Kebocoran Data Aplikasi eHAC dan Antisipasinya

Infografis Dampak Dugaan Kebocoran Data Aplikasi eHAC dan Antisipasinya. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Dampak Dugaan Kebocoran Data Aplikasi eHAC dan Antisipasinya. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel