Google bawa nostalgia HP jadul lewat emoji hitam putih

Google baru merilis set emoji baru mengajak para pengguna gawai bernostalgia dengan suasana HP jadul saat semua jenis tulisan masih berwarna hitam putih.

Inspirasi dihadirkannya kembali emoji itu terinspirasi saat komunikasi masih sangat sederhana dan hanya ada 176 pilihan emoji kala itu.


Baca juga: Twitter rilis emoji spesial rayakan novel baru Ika Natassa

Melansir XDA Developers, Selasa, kondisi ini tentu sangat kontras dengan masa kini lewat banyaknya pilihan opsi komunikasi dan juga set emoji yang kini tercatat mencapai 3.633 jenis berdasarkan Standar Unicode pada September 2021.

Untuk membuatnya terasa semakin nyata, Google menghadirkan emoji hitam putih itu menggunakan jenis tulis Noto Emoji Color fonts namun menghilangkan warnanya.

Ini menjadi tantangan bagi Google agar tidak ada masalah yang ditimbulkan ketika warna dari emoji yang sudah ada dihilangkan sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah.

Meski mengambil set emoji yang sudah ada, namun untuk mengurangi warna dan hanya mempertahankan garis- garis saja rupanya dibutuhkan kerja ekstra oleh Google.

Misalnya seperti emoji yang menunjukkan karakter manusia, maka akhirnya Google memilih untuk membuat emoji "blob" yang terlihat seperti gumpalan awan.

Bagi anda yang merindukan masa- masa HP jadul berjaya, mungkin anda bisa mengunduh emoji- emoji ini di perangkat elektronik kesayangan anda lewat Google Font.

Google Noto Emoji Font adalah jenis tulisan yang merupakan sumber terbuka dan bisa memenuhi kebutuhan emoji pengguna perangkat elektronik termasuk lebih dari 3000 font yang telah terdaftar di Unicode Standard, demikian dikutip dari forum XDA pada Selasa.

Baca juga: WhatsApp siapkan "Message Reaction" untuk iPhone dan Android

Baca juga: Tren kencan online 2021 dari emoji hingga lokasi favorit

Baca juga: Hari Emoji Sedunia, ini kumpulan emoji baru untuk Android 12

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel