Google Gulirkan Dana Rp 42 Miliar untuk Basmi Hoaks Seputar Vaksin Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Google News Initiative baru saja meluncurkan dana terbuka global untuk membasmi hoaks dan disinformasi seputar vaksin Covid-19. Total dana yang digulirkan Google untuk membasmi hoaks seputar vaksin Covid-19 senilai USD 3 juta atau setara Rp 42 miliar.

Dalam unggahan blog Google disebutkan, Covid-19 Vaccine Counter Missinformation Open Fund ini bertujuan untuk mendukung upaya para jurnalis di seluruh dunia untuk secara efektif melakukan cek fakta terhadap proses vaksinasi Covid-19.

"Infodemik seputar Covid-19 telah bersifat global, informasi yang salah ini digunakan untuk menarget populasi tertentu," kata Google, dikutip dari Reuters, Rabu (13/1/2021).

Google juga menyebut dalam blognya, sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa pembaca dan audiens menemukan infomasi yang salah dan mereka mencari verifikasi informasi yang saling melengkapi.

Jangkau Lebih Banyak Pembaca Cek Fakta

Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)
Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

Dana ini nantinya akan memperluas cakupan audiens dari cek fakta, terutama menyasar kelompok-kelompok yang tidak terpapar disinformasi dan informasi yang tidak proporsional.

Pengajuannya akan ditinjau oleh tim yang terdiri dari 14 juru dari seluruh sektor, baik akademis, media, medis, dan organisasi nirlaba, hingga perwakilan dari WHO.

Sebelumnya bulan Desember lalu, Google News Initiative menjanjikan USD 1,5 juta untuk mendanai pusat media terkait vaksin Covid-19 guna mendukung cek fakta.

Facebook Juga Hapus Hoaks

(ilustrasi/guim.co.uk)
(ilustrasi/guim.co.uk)

Sebelumnya, pada Desember lalu, Facebook juga berkomitmen menghapus klaim palsu, disinformasi, dan misinformasi mengenai vaksin Covid-19. Informasi ini diumumkan oleh pihak Facebook seiring dengan pemerintah Inggris yang mulai menggulirkan vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech.

Ini merupakan langkah terkuat Facebook untuk mencegah platform-nya dipakai untuk mempromosikan anti vaksinasi.

Dengan aturan baru Facebook ini, konten yang menampilkan klaim palsu atau disinformasi mengenai vaksin Covid-19 akan langsung dihapus dari Facebook dan Instagram.

Penghapusan dilakukan langsung ketika kebenaran informasi sudah disampaikan oleh para ahli kesehatan.

Perusahaan menyebut, upaya ini merupakan perluasan dari kebijakan yang sudah berlaku saat ini, yakni menghapus klaim palsu mengenai Covid-19. Total sudah ada 12 juta konten yang dihapus sejak Maret 2020.

"Mengingat informasi baru-baru ini menyebut, vaksin Covid-19 akan segera diluncurkan di dunia, dalam beberapa minggu mendatang kami juga akan mulai menghapus klaim palsu tentang vaksin di Facebook dan Instagram, setelah klaim tersebut dibantah oleh pakar kesehatan masyarakat," kata juru bicara Facebook, dikutip The Guardian, Sabtu (5/12/2020).

(Tin/Ysl)

Infografis tentang Vaksin Covid-19

Infografis 3 Cara Vaksin Covid-19 Picu Kekebalan Tubuh. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Cara Vaksin Covid-19 Picu Kekebalan Tubuh. (Liputan6.com/Abdillah)