Google Hadirkan Pembayaran Alternatif, Spotify Jadi Pengguna Pertama di AS

Merdeka.com - Merdeka.com - Setelah melakukan uji coba peluncuran di Eropa, Australia, India, Indonesia, dan Jepang, Google mengumumkan rencana uji coba metode pembayaran pihak ketiga di Amerika Serikat, Brasil, dan Afrika Selatan pada Kamis (10/11). Di AS, Spotify dikabarkan menjadi platform pertama yang mengimplementasikan metode ini.

Dilansir dari Ars Technica, Jumat (11/11), sebelumnya Play Store mengharuskan developer menggunakan Google Play Billing untuk pembelian aplikasi dan fitur di dalamnya.

Kini, mereka memutuskan untuk menghadirkan User Choice Billing atau penagihan alternatif sesuai pilihan pengguna dengan beberapa opsi pembayaran. Termasuk melalui pihak ketiga seperti PayPal.

Peluncuran pembayaran alternatif ini sekaligus mengubah biaya toko aplikasi Google (dan Apple) yang dianggap terlalu besar. Yakni 15–30 persen dari pendapatan developer, menjadi hanya 3-4 persen berupa biaya pemrosesan kartu kredit.

Seperti yang diumumkan pada bulan Maret, mitra pertama Google untuk program ini adalah salah satu pelanggan terbesarnya, Spotify. Spotify menggambarkan penagihan alternatif yang disetujui secara resmi.

Tombol pembayaran untuk "Google Play" dan "Spotify" terletak bersebelahan di halaman checkout berlangganan. Dengan klik tombol "Spotify" akan memunculkan opsi untuk mendaftarkan kartu kredit secara langsung atau menggunakan PayPal.

"Implementasi uji awal Spotify dengan tombol PayPal kemungkinan akan berkembang seiring waktu karena mereka terus membiasakan dan belajar," kata Google dalam keterangannya.

Dengan peluncuran di AS, Brasil, dan Afrika Selatan ini, Google mencatat User Choice Billing saat ini telah aktif di 35 negara.

Reporter Magang: Dinda Khansa [noe]