Google tutup 'cookie web', akhiri alat pelacakan yang untungkan pengiklan

Oleh Paresh Dave

(Reuters) - Google, anak perusahaan Alphabet Inc, dalam waktu dua tahun berencana memblokir cara umum bisnis melacak peselancar daring dalam browser Chrome-nya guna mendukung perubahan berisiko mengenai bagaimana Web beroperasi setelah Google berusaha memenuhi tuntutan peningkatan privasi dari pengguna.

Rencana Google membatasi perusahaan-perusahaan piranti lunak iklan dan organisasi-organisasi lain guna menghubungkan cookie-cookie browser mereka ke berbagai situs web yang tidak mereka operasikan, kata perusahaan itu dalam posting blog, Selasa.

Apple sudah menempuh langkah serupa pada 2017 pada browser Safari-nya, tetapi pangsa pasar global Chrome lebih dari tiga kali lebih besar yaitu sekitar 64%, kata perusahaan pelacakan Statcounter.

Meskipun tujuan dua tahun itu baru, pengumuman dari Google tersebut sudah diharapkan industri sejak berbulan-bulan sebelumnya. Para analis keuangan memperkirakan langkah ini berdampak kecil kepada bisnis iklan Google dan Google sendiri karena perusahaan ini bisa mengumpulkan data pengguna dengan banyak cara lain.

Tetapi saham beberapa perusahaan piranti lunak pesaing jatuh pada Selasa, termasuk Criteo SA sebesar 8% dan Trade Desk Inc sebesar 1,4%.

Selama hampir tiga dekade, cookie yang ditempatkan oleh perusahaan-perusahaan relatif tak dikenal di hampir setiap situs web telah memicu iklan di internet.

Cookie adalah alat dalam browser yang memungkinkan operator-operator situs web bisa menyimpan data pengguna, sehingga misalnya, para operator situs web itu bisa membuat pengguna tertentu tetap masuk ke situs web selama beberapa hari.

Tetapi cookie juga membuat para vendor piranti lunak, yang teknologinya digunakan oleh operator situs web, memperoleh jendela lebar ke halaman web yang dikunjungi pengguna. Pada saat dibagikan dengan pengiklan, data ini mampu memprediksi iklan mana yang relevan untuk individu.

Para pengguna dan regulator mempertanyakan bagaimana bisnis dengan akses ke penelusuran data bisa menyimpan dan membagi
data ketika tidak ada cookie. Tetapi selama tiga tahun terakhir, pembobolan data dan undang-undang privasi baru di California dan Eropa telah mendorong perubahan besar dalam bisnis internet.

Google mengatakan pembatasan barunya itu tidak akan diterapkan sampai ada alternatif yang dianggap Google bisa lebih menjaga privasi. Setiap transisi besar pada teknologi Web memerlukan investasi besar dari para operator situs web, dan masih belum jelas apakah data yang lebih terbatas pada pengguna bakal menekan harga iklan daring.

Justin Schuh, direktur rekayasa Chrome di Google, mengatakan umpan balik awal untuk proposal yang diumumkan perusahaan ini pada Agustus "membuat kami yakin bahwa solusi dalam ruang ini bisa bekerja."