Google Ungkap Cara Manfaatkan Ekonomi Internet RI yang Sedang Booming

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVAGoogle Indonesia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi internet Indonesia naik pesat pada 2020. Ini terjadi meskipun ekonomi secara umum terkontraksi atau minus 2,07 persen akibat Pandemi COVID-19.

Industry Analyst Consumer Packaging Goods (CPG), Google Indonesia Christian Lopulalan mengatakan, pada 2020 tercatat ekonomi internet Indonesia tumbuh sehat sebesar 11 persen secara tahunan.

Pada 2019 lalu secara nominal ekonomi internet Indonesia yang direkam Google sebanyak US$40 miliar, sedangkan pada 2020 mencapai US$44 miliar. Peningkatan ini dikatakannya didorong oleh e-commerce dan media online.

"Pandemi menyebabkan adopsi digital di Indonesia melompat lebih cepat dan menyebabkan digital menjadi tools dan kanal utama bagi pemasar untuk menjangkau konsumennya," kata dia dikutip dari analsisinya, Senin, 26 April 2021.

Pada 2025 diperkirakan ekonomi internet Indonesia akan melesat 23 persen menjadi US$124 miliar. Ditopang oleh 197 juta penduduk Indonesia yang sudah online, 93 persen pengguna baru yang akan tetap online dan 93 juta orang menggunakan youtube.

"Tahun ini, minat terhadap spiritualitas, hiburan, kemudahan, dan berbelanja masih bertumbuh, namun kini minat tersebut dilakukan secara digital," kata Christian.

Sepanjang 2020 dikatakannya, terjadi peningkatan 2 kali lipat pada penelusuran untuk kata donasi karena orang Indonesia ingin menyumbang secara digital selama Ramadhan dan peningkatan 4 kali lipat pada penelusuran kirim makanan atau parcel.

Selain itu, juga terjadi peningkatan dua kali lipat pada penelusuran hiburan selama Ramadhan tahun lalu dan 41 persen orang Indonesia meningkatkan penggunaan media streaming platform.

Selanjutnya, 55 persen orang Indonesia lebih sering menggunakan aplikasi pengiriman makanan daripada sebelum pandemi. Peningkatan pencarian sebesar 79 persen tentang bagaimana berbelanja online juga terjadi dan 44 persen tentang bagaimana menjadi penjual online.

Dengan peluang-peluang ini, Google menyarankan supaya para pelaku usaha di sektor digital memanfaatkan peluang-peluang ini pada 2021, termasuk saat Ramadhan atau Idul Fitri tahun ini. Caranya dengan menciptakan konten yang menonjol dan relevan bagi konsumen.

Christian menjelaskan, satu ide yang diceritakan dalam tiga cara berbeda dapat mendorong meningkatkan 133 persen niat membeli dan dengan iklan yang dipersonalisasi, pemasar dapat meraih dampak 67 persen lebih tinggi pada iklan terintegrasi.

"Seimbangkan cerita dan penjualan produk dengan menggunakan kembali aset lama dan menjadikannya iklan yang lebih pendek," ungkapnya.