Gorengan Bukan Pilihan Tepat untuk Berbuka Puasa, Ini Alasannya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Ari Fahrial Syam, menyarankan tidak mengonsumsi gorengan pada kesempatan pertama berbuka puasa. Sebab ketika berbuka puasa, kondisi tenggorokan sedang kering akibat berpuasa selama kurang lebih 14 jam.

Bila waktu berbuka puasa tiba, Ari menyarankan untuk mengonsumsi air putih terlebih dahulu. Konsumsi air putih bertujuan untuk menghindrasi tenggorokan yang kering. Setelah konsumsi air putih dirasa cukup, barulah dilanjutkan dengan makanan lain yang mampu mengembalikan energi tubuh, salah satu contoh yang baik adalah kurma.

Konsumsi gorengan ketika berbuka puasa dapat merangsang terjadinya luka pada tenggorokan. Luka tenggorokan yang semakin parah membuat penderitanya mengalami gangguan pada tenggorokan.

Namun, bukan berarti konsumsi gorengan sepenuhnya dilarang. Diperbolehkan, dengan catatan bukan menjadikan gorengan sebagai makanan pembuka.

“Tetap boleh dikonsumsi, tapi bukan pada kesempatan pertama, juga tidak diperbolehkan konsumsi gorengan berlebihan,” ujar Ari dalam Seminar Awam dan Media ‘Tips Sehat Puasa ala Guru Besar FKUI’ beberapa waktu lalu.

Perhatikan Nilai Kalori

ilustrasi kalori/unsplash
ilustrasi kalori/unsplash

Ari juga menuturkan penting juga untuk memerhatikan nilai kalori dari menu berbuka. Apabila ingin mendapatkan manfaat mengurangi asupan kalori berlebih selama berpuasa, maka sebaiknya konsumsi gorengan lebih diperhatikan lagi. Jangan sampai belebihan, sebab kandungan kalorinya tinggi.

“Tapi juga tetap tidak boleh berlebihan, sebelumnya telah disampaikan nilai kalorinya perlu diperhatikan, karena kita berpuasa untuk mengurangi asupan kalori,” pungkas Ari.

Infografis Kiat Makan Sehat Kala Lebaran

Infografis Kiat Makan Sehat Kala Lebaran (Liputan6.com/M. Iqbal)
Infografis Kiat Makan Sehat Kala Lebaran (Liputan6.com/M. Iqbal)

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini