GoToko: Digitalisasi terbukti bantu UMKM tingkatkan omzet

Platform GoToko menilai digitalisasi terbukti berhasil menjadi faktor pendorong pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk warung.

Tantangan inefisiensi warung yang selama ini terjadi, berhasil diatasi via digitalisasi. Dengan efisiensi, kini bisnis warung bisa meningkatkan omzet sekaligus meningkatkan taraf hidupnya beserta keluarganya.

CEO dan President Director GoToko Gurnoor Singh Dhillon dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan, selama ini operasi bisnis warung dijalankan dengan tidak efisien, misalnya dalam aspek pemenuhan pasokan barang, pemilik warung sampai perlu menutup warung saat belanja pasokan ke bukan hanya satu, melainkan eberapa agen distributor, yang menimbulkan potensi kerugian bagi mereka karena menjalankan bisnis yang tidak efisien.

Baca juga: Presiden Jokowi ingin pengusaha besar dan UMKM kompak

"Digitalisasi memberikan efisiensi bisnis, pemilik warung dapat mengakses produk dari banyak brand principal hanya dalam satu platform, mereka juga tidak perlu menutup warungnya untuk berbelanja sehingga akan menghemat biaya, waktu, serta tenaga. Dengan dukungan langsung dari brand principal, pemilik warung juga bisa mendapatkan harga yang kompetitif," ujar Gurnoor.

Hal itu yang dilakukan GoToko sejak berdiri pada 2020 untuk menghubungkan warung dengan brand principal dengan harga kompetitif, kepastian pengiriman, serta kepastian barang dalam aplikasi.

Dengan nilai tambah yang ditawarkan, GoToko juga berhasil mencatat pertumbuhan lebih dari 47 kali lipat karena GoToko hadir sebagai platform yang menciptakan nilai tambah bagi ekosistem warung melalui teknologi, alih-alih mendisrupsinya.

Gurnoor juga menambahkan bahwa digitalisasi juga bukan hanya bermanfaat bagi warung melainkan ekosistem ritel secara keseluruhan, termasuk bagi para brand principal karena dapat memperluas jangkauannya. Termasuk juga dapat meningkatkan pendapatan brand, ini misalnya terjadi dengan sejumlah brand di GoToko seperti Coca-Cola Europacific Partners (CCEP), Indolakto, dan brand lainnya.

Dalam platfrom, GoToko juga telah bekerja sama dengan hampir semua brand-brand utama dan guna mendorong kemajuan warung serta menikmati efek jaringan yang lebih luas.

"Di GoToko, kami memiliki visi dan misi untuk maju bersama GoToko untuk warung, stakeholder, termasuk juga para pegawai kami yang kami sebut GoToko Guardians. Karena kami percaya digitalisasi memiliki peran penting dalam peningkatan bisnis warung dan UMKM secara umum," kata Gurnoor.

Baca juga: Menko Airlangga: Digitalisasi akselerator pertumbuhan ekonomi nasional

GoToko berfokus menerapkan strategi untuk menang di banyak wilayah Indonesia dan menjadi sahabat terbaik warung. Gurnoor mengatakan setiap kluster di Indonesia adalah unik dan tidak mungkin untuk sukses tanpa menang di wilayah-wilayah kecil.

Oleh karenanya, GoToko punya strategi untuk menjangkau dengan dalam di setiap wilayah operasinya dan memberikan dampak ekonomi yang positif sesegera mungkin guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Melalui platformnya, GoToko berkomitmen untuk melayani underserved retailers dan menjadi sahabat warung yang akan selalu ada untuk warung dan membimbing mereka menuju pertumbuhan, membantu mereka meningkatkan pendapatan dan standar hidup keluarga mereka.

Melansir riset Boston Consulting Group (2022) bertajuk Unlocking Inclusive Growth Through Digitalization of Indonesia MSME’s, digitalisasi memang dapat membantu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM secara umum, termasuk warung hingga 1,1 kali lebih banyak.

Baca juga: Totalitas dukung UMKM, 555 binaan BNI tembus platform PaDi BUMN

Direktur Ekonomi Digital Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika I Nyoman Adhiarna menjelaskan digitalisasi memang memiliki peran penting dalam meningkatkan skala usaha pelaku UMKM, termasuk warung.

Sebagai sektor usaha penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, peningkatan literasi digital bagi pelaku UMKM disebut Nyoman juga bakal mengerek PDB nasional dengan signifikan.

"Meningkatkan literasi digital dari 20 persen menjadi 50 persen dari pelaku UMKM dapat mendorong pendapatan hingga 38 miliar dolar AS pada 2024. Digitalisasi juga akan membantu pelaku UMKM untuk 2,1 kali lebih besar menjual barangnya di seluruh Indonesia dan 4,6 kali lebih berpeluang untuk mengekspor barang-barangnya ke luar Indonesia," kata Nyoman belum lama ini.

Oleh karenanya, Kominfo juga turut mendukung inisiatif digitalisasi guna mendorong pertumbuhan UMKM. Sebab dengan pertumbuhan ekonomi digital yang sangat pesat, kontribusinya terhadap PDB nasional juga ditaksir akan makin meningkat.

Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2021 mencapai 70 miliar dolar AS dan diprediksi Google, Temasek, dan Bain bisa meningkat hingga 330 miliar dolar AS pada 2030.