'Government Shutdown' tak Pengaruhi Perekonomian Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan M Chatib Basri mengatakan, gangguan terhadap perekonomian Amerika Serikat (AS) akibat deadlock anggaran yang dialokasikan untuk operasional Pemerintahan AS, tidak berpengaruh banyak bagi perekonomian Indonesia.

Indikatornya, menurut Chatib, adalah membaiknya nilai tukar mata uang rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang juga mulai menunjukkan angka perbaikan dan tidak berfluktuatif. Ini merupakan indikator positif.

"Artinya, walau ada isu Pemerintahan AS shutdown, tapi pasar kita resilience. Apalagi, ada berita deflasi dan surplus neraca perdagangan. Anda lihat IHSG masih menghijau. rupiah juga terus menguat, artinya ini baik untuk perekonomian", kata Chatib di Jakarta, kemarin.

Chatib yakin, persoalan ditutupnya Pemerintahan AS alias 'government shutdown', tidak akan berlangsung lama. Pemerintah AS pasti akan mendapatkan solusi yang tepat dan memadai, guna menyikapi persoalan ditutupnya administrasi Pemerintahan AS.

"Saya percaya AS akan mencari solusinya. Negara sebesar itu saya yakin tidak akan ambruk," tuturnya.

Indonesia, Chatib mengakui, akan tetap fokus pada penekanan defisit neraca berjalan. Sejauh ini, usaha pemerintah dengan lima paket kebijakan, diharapkan dapat menyelesaikan defisit neraca berjalan yang menimpa ekonomi Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

"Kita sendiri akan terus fokus dalam current account. Kita akan terus tekan dan selesaikan dengan mekanisme yang baik", jelasnya. (*)

Baca Juga:

Demonstarasi KKK Batal Gara-gara Penutupan Pemerintah AS

Penutupan Instansi Pemerintah AS Diperkirakan Sepekan

Pemerintahan Ditutup, Misi Keamanan AS Dijamin Tidak Terganggu

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...