GP Emilia Romagna: Leclerc dan ekspektasi tinggi tifosi Ferrari

·Bacaan 3 menit

Para tifosi Ferrari akan berharap merayakan kemenangan tim Italia itu pada balapan kandang mereka di Imola, akhir pekan ini, setelah dominasi awal musim Charles Leclerc meningkatkan ekspektasi ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Sang pebalap Monako telah memborong 71 poin dari total 78 yang tersedia dari tiga balapan awal tahun ini, dan Imola menawarkan poin lebih banyak yang bisa dikemas saat sprint race kembali digelar untuk pertamakalinya musim ini.

Di balapan yang menandai tur Eropa itu, pemenang balapan sprint sepanjang 100km pada Sabtu nanti akan mendapat delapan poin, yang berarti Leclerc memiliki peluang menyapu 34 poin maksimal yang tersedia termasuk bonus lap tercepat, ketimbang 29 poin maksimal dalam format sprint race tahun lalu.

Baca juga: Sainz perpanjang kontrak dengan Ferrari hingga 2024

Sang pebalap Ferrari memuncaki klasemen dengan margin 34 poin dari rival terdekatnya, George Russell dari tim Mercedes setelah tiga balapan dari 23 yang dijadwalkan tahun ini.

Menegaskan dominasi Ferrari, Leclerc juga telah merebut dua pole position dan tiga lap tercepat sejauh ini.

Para tifosi, atau penggemar Ferrari belum pernah memadati Imola dengan harapan setinggi ini sejak juara dunia tujuh kali Michael Schumacher merebut titel ketujuhnya di sana pada 2006 silam, musim terakhirnya membela tim Italia itu.

"Sulit memikirkan tentang kejuaraan ini, tapi jujur, kami memiliki mobil yang sangat kuat, sangat bisa diandalkan juga," kata Leclerc setelah meraih kemenangan di Australia seperti dikutip Reuters.

"Saya harap berlanjut seperti ini dan apabila demikian, maka kami mungkin memiliki peluang merebut kejuaraan ini."

Baca juga: Mercedes bekerja keras pangkas jarak dari Ferrari dan Red Bull

Pada Kamis ini, Ferrari mengumumkan perpanjangan kontrak Carlos Sainz, yang juga tampil kuat di awal musim ini, hingga 2024.

Bos Mattia Binotto tidak akan membawa upgrade signifikan untuk Ferrari di Imola, mengingat format akhir pekan yang lebih sibuk ketika latihan dan kualifikasi dimajukan pada Jumat karena format sprint race.

Mercedes dan Red Bull juga mengikuti langkah tersebut.

Juara dunia bertahan Max Verstappen menang di Imola tahun lalu tapi di awal musim ini ia finis hanya satu kali dari tiga balapan di saat tim Red Bull berjuang membuat mobil mereka lebih reliabel.

"Tim di lintasan dan di pabrikan Milton Keynes bekerja sangat keras, semoga kami menjalani akhir pekan yang tanpa kendala dan mencetak poin bagus sebagai tim," kata Verstappen.

Baca juga: Leclerc dominan juarai GP Australia, Verstappen DNF lagi

Lewis Hamilton membuat Mercedes berjaya pada 2020 di Imola tapi sang juara dunia tujuh kali musim ini kewalahan dengan mobil yang masih mengalami "porpoising", memantul-mantul tak karuan di lintasan.

Di tengah masalah yang masih mereka alami, Mercedes, berada di peringkat dua klasemen konstruktor sementara.

"Imola akan menjadi ajang yang menantang," kata direktur strategi Mercedes Motorsport James Vowles.

McLaren melakukan sejumlah pembenahan di Australia setelah kewalahan di Bahrain dan sedikit lebih baik di Arab Saudi. Mereka bisa menjadi penantang serius di Imola lewat Lando Norris, yang finis tiga tahun lalu, dan Daniel Ricciardo.

Alpine akan menguji upgrade lantai baru untuk Fernando Alonso dan Esteban Ocon, sedangkan Pierre Gasly menjadi tumpuan AlphaTauri di balapan kandang timnya itu, yang juga bermarkas di Italia.

Baca juga: Leclerc kalahkan Verstappen demi pole position Grand Prix Australia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel