GP Turki, “Match Point” Pertama Hamilton untuk Gelar F1 Ketujuh

Haydn Cobb
·Bacaan 3 menit

Seusai kemenangan kesembilan di F1 musim ini, GP Imola (1 November 2020), Hamilton unggul 85 poin atas rival terdekat sekaligus rekan setimnya, Valtteri Bottas.

Dengan menyisakan empat lomba dan maksimal 104 poin yang bisa direbut – menang di satu lomba mendapatkan 25 poin plus 1 jika membuat lap tercepat – Hamilton memang sangat dijagokan mampu merebut gelar juara dunia F1 sekaligus memastikan titel ketujuh (setelah 2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019) menyamai Michael Schumacher.

Lewis Hamilton, siap merebut gelar juara dunia pembalap keenam bersama Tim Mercedes-AMG F1.

Lewis Hamilton, siap merebut gelar juara dunia pembalap keenam bersama Tim Mercedes-AMG F1.<span class="copyright">Steve Etherington / Motorsport Images</span>
Lewis Hamilton, siap merebut gelar juara dunia pembalap keenam bersama Tim Mercedes-AMG F1.Steve Etherington / Motorsport Images

Steve Etherington / Motorsport Images

Akhir Oktober lalu, Hamilton berhasil melewati rekor jumlah kemenangan Schumi (91) dengan naik podium utama GP Portugal.

Di Sirkuit Intercity Istanbul Park, Tuzla, Jumat hingga Minggu (13-15/11/2020) nanti, pembalap asal Inggris itu akan mencoba “match point” pertamanya. Karena Max Verstappen (Red Bull Racing) gagal finis di GP Emilia Romagna sehingga tertinggal hingga 120 poin, praktis rival Hamilton tinggal Bottas yang terpaut 85 angka.

Dengan gap sebesar itu, apa yang harus dilakukan Hamilton untuk memastikan gelar juara dunia F1 2020?

Mobil pembalap Tim Red Bull, Max Verstappen, RB16, diangkut ke pit di GP Emilia Romagna.

Mobil pembalap Tim Red Bull, Max Verstappen, RB16, diangkut ke pit di GP Emilia Romagna.<span class="copyright">Glenn Dunbar / Motorsport Images</span>
Mobil pembalap Tim Red Bull, Max Verstappen, RB16, diangkut ke pit di GP Emilia Romagna.Glenn Dunbar / Motorsport Images

Glenn Dunbar / Motorsport Images

Jika usai lomba GP Turki pada Minggu mampu finis 78 poin lebih banyak daripada Bottas, Hamilton dipastikan juara. Kendati di tiga lomba berikutnya, Bahrain dua kali dan Abu Dhabi, Bottas mampu memenanginya semua plus mencetak fastest lap, ia akan tetap kalah karena jumlah kemenangannya lebih sedikit daripada Hamilton.

Pembalap Tim Mercedes-AMG F1, Lewis Hamilton (kanan), berbincang dengan Andrew Shovlin, Chief Race Engineer Tim Mercedes.

Pembalap Tim Mercedes-AMG F1, Lewis Hamilton (kanan), berbincang dengan Andrew Shovlin, Chief Race Engineer Tim Mercedes.<span class="copyright">Glenn Dunbar / Motorsport Images</span>
Pembalap Tim Mercedes-AMG F1, Lewis Hamilton (kanan), berbincang dengan Andrew Shovlin, Chief Race Engineer Tim Mercedes.Glenn Dunbar / Motorsport Images

Glenn Dunbar / Motorsport Images

Permutasi Persaingan Gelar F1 di GP Turki

Bila Hamilton tidak tertinggal lebih dari tujuh poin dari Bottas, atau finis di depannya, ia akan memastikan gelar di Istanbul Park.

Satu-satunya skenario bagi Bottas untuk tetap menjaga peluang gelarnya tetap terjaga adalah menang sekaligus mencetak lap tercepat, apa pun hasil lomba Hamilton.

Berikut permutasi persaingan perebutan gelar F1 di GP Turki:

Jika Bottas finis…

Hamilton butuh (untuk juara)…

Menang dengan fastest lap

Tidak bisa pastikan gelar di Turki

Menang tanpa fastest lap

Ke-2 dengan fastest lap atau ke-2 dan tak satu pun dari mereka fastest lap

Ke-2 dengan fastest lap

Ke-4

Ke-2 tanpa fastest lap

Ke-4 atau ke-5 dengan fastest lap

Ke-3 dengan fastest lap

Ke-5

Ke-3 tanpa fastest lap

Ke-6

Ke-4 dengan fastest lap

Ke-7

Ke-4 tanpa fastest lap

Ke-8

Ke-5 dengan fastest lap

Ke-8

Ke-5 tanpa fastest lap

Ke-8 atau ke-9 dengan fastest lap

Ke-6 dengan fastest lap

Ke-9

Ke-6 tanpa fastest lap

Ke-10

Ke-7 dengan fastest lap (atau lebih rendah)

Menangi gelar, apa pun hasilnya di lomba

Lewis Hamilton (depan) dan rekan setimnya di McLaren, Jenson Button, mengendarai McLaren MP4-25 Mercedes di GP Turki 2010.

Lewis Hamilton (depan) dan rekan setimnya di McLaren, Jenson Button, mengendarai McLaren MP4-25 Mercedes di GP Turki 2010.<span class="copyright">Charles Coates / Motorsport Images</span>
Lewis Hamilton (depan) dan rekan setimnya di McLaren, Jenson Button, mengendarai McLaren MP4-25 Mercedes di GP Turki 2010.Charles Coates / Motorsport Images

Charles Coates / Motorsport Images

Hasil Hamilton di Turki

Hamilton adalah salah satu dari sedikit pembalap F1 musim ini yang pernah turun di GP Turki, saat Istanbul dipercaya menjadi tuan rumah selama enam tahun antara 2005-2011.

Sebelum GP Turki 2020 ini, Hamilton sudah lima kali turun di GP Turki pada 2007-2011. Ia hanya sekali menang pada 2010 saat memperkuat McLaren.

Namun, itu terjadi setelah tabrakan di antara sesama pembalap Red Bull, Sebastian Vettel dan Mark Webber, yang bersaing ketat berebut kemenangan.

Hamilton juga naik podium di GP Turki 2008 dengan finis kedua di belakang Felipe Massa (Ferrari). Di tiga GP Turki lainnya, Hamilton masing-masing hanya mampu finis di peringkat keempat (2011), kelima (2007), dan ke-13 (2009).