Grab Asia Tenggara berencana perdalam bisnis makanan

SINGAPURA (Reuters) - Perusahaan ride-hailing Asia Tenggara, Grab, tengah menyiapkan fasilitas dapur yang lebih banyak lagi untuk merchant-merchant dan menambahkan layanan baru seperti pengadaan dan analisis agar supaya terlibat lebih dalam lagi pada bisnis pengiriman makanan yang tumbuh cepat ini.

Grab, perusahaan rintisan paling berharga di Asia Tenggara, telah menetapkan pengiriman makanan sebagai pilar utama bagi pertumbuhan mengingat ekspansinya sudah melampaui akar bisnis taksi-daringnya ke sektor-sektor lain, termasuk layanan keuangan.

Sektor ini menjadi modal untuk penetrasi relatif rendah dari perusahaan-perusahaan pengiriman makanan yang ada di Asia Tenggara, dan menggunakan jejaring pengendara dan pengemudinya yang saat ini ada untuk membangun layanan perusahaan tersebut.

Tahun lalu bisnis pengiriman makanan Grab mengalami pertumbuhan 5,2 kali dalam hal nilai barang bruto, dan jumlah pengguna aktifnya meningkat hampir tiga kali lipat.

"Kami sangat terlibat dalam tahap investasi dengan makanan, dan kami akan terus mengembangkannya. Kami meyakini bahwa pada akhirnya makanan akan membantu meningkatkan profitabilitas kami untuk jangka panjang," kata Lim Kell Jay, kepala regional GrabFood, kepada wartawan, Rabu.

Dia berbicara pada saat Grab memamerkan apa yang disebut dengan dapur-awan pertamanya di Singapura, yang juga memiliki pilihan takeaway (bawa pulang) dan makan di tempat. Pembukaannya telah menambah jumlah dapur yang dioperasikan perusahaan ini menjadi 50 di seluruh Asia Tenggara.

Grab tidak memberikan target, namun menyatakan akan terus memperluas jaringan dapurnya terutama yang digunakan untuk pengiriman. Pesaing perusahaan ini di kawasan Asia Tenggara, Go-Jek, juga telah menguji dapur-awan di Indonesia.


(Laporan Aradhana Aravindan di Singapura; Disunting oleh Jan Harvey)