Grab Buka Pusat Inovasi Baru untuk Kembangkan Solusi bagi Pelaku UMKM

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Grab baru saja meresmikan kehadiran Tech Center di Indonesia yang sekaligus menjadi pusat inovasi perusahaan untuk kawasan Asia Tenggara.

Menurut President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, Grab Tech Center ini ditujukan untuk pengembangan solusi bagi pelaku UMKM.

"Pusat inovasi baru ini akan menangani talenta teknologi terbaik di Tanah Air yang didedikasikan untuk Indonesia dan Asia Tenggara," tuturnya saat konferensi pers secara virtual, Selasa (10/11/2020).

Menurut Ridzki, pusat inovasi ini sekaligus menujukkan dukungan Grab pada pelaku UMKM sebagai tulang punggung ekonomi tidak hanya di Indonesia, tapi juga seluruh Asia Tenggara. Karenanya, pusat inovasi ini juga akan bekerja sama dengan riset dan pengembangan Grab lainnya.

Managing Director of Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menuturkan Grab Tech Center akan menjadi pusat pengembangan serangkaian perangkat yang dapat membantu UMKM bertransformasi dan bertumbuh secara online.

Keputusan untuk membangun pusat inovasi baru di Indonesia juga tidak lepas dari jumlah UMKM yang mencapai 64 juta.

Karenanya, Indonesia menjadi tempat ideal untuk mencoba, lalu mengembangkan dan menginkubasi solusi bagi UMKM.

"Nantinya, solusi teknologi buatan Indonesia itu akan dibawa ke berbagai negara di Asia Tenggara yang memiliki persamasalahan serupa dengan Tanah Air," tutur Neneng menjelaskan lebih lanjut.

Sebagai informasi, pusat inovasi Grab ini berlokasi di Gama Tower. Neneng menjelaskan pusat inovasi ini memiliki luas lebih dari 12.00 meter persegi, sembilan lantai, dengan 111 ruang pertemuan dan area kolaborasi.

Resmikan Aula B.J. Habibie Hall

Ekspansi GrabFood berkembang pesat baik di Indonesia maupun di seluruh Asia Tenggara (Instagram @grabid).
Ekspansi GrabFood berkembang pesat baik di Indonesia maupun di seluruh Asia Tenggara (Instagram @grabid).

Pada Grab Tech Center ini, Grab sekaligus meresmikan aula baru yang diberi nama B.J. Habibie Hall. Aula ini ditujukan untuk penghormatan pada Presiden Ketiga, B.J. Habibie sebagai insinyur dan ilmuwan yang telah menghadirkan banyak inovasi.

Menempati wilayah seluas 429 meter persegi, aula ini akan berfungsi sebagai wadah edukasi dan kolaborasi bagi para cendekiawan maupun pembuat kebijakan di bidang teknologi, akademi, dan bisnis.

"Saya sangat senang Grab telah memilih untuk menamai aula tersebut dengan nama almarhum B.J. Habibie. Saya berharap warisan beliau terus menjadi inspirasi bagi banyak putra-putri Indonesia berinovasi dan turut berperan aktif membangun bangsa," tutur Ilham Habibie putra B.J. Habibie.

Bagian dari Investasi Grab di Indonesia

Dalam kesempatan itu, Ridzki juga menegaskan peluncuran Grab Tech Center ini merupakan rangkaian investasi USD 2 miliar dari perusahaan di Indonesia yang sudah diumumkan tahun lalu.

"Dari komitmen 2 miliar itu, salah satunya adalah Grab Tech Center, lalu ada juga Grab Ventures Velocity," tuturnya menjelaskan. Untuk diketahui, komitmen investasi Grab ini memang berlangsung hingga lima tahun ke depan sejak diumumkan pada 2019.

Pembukaan Grab Tech Center ini juga mendapat respons positif dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, investor jangka panjang seperti Grab memainkan peran penting membantu mewujudkan misi 'Making Indonesia 4.0'.

"Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, kami membutuhkan dukungan dari mitra seperti Grab yang berkomitmen tidak hanya dari segi permodalan, tetapi juga sumber daya untuk mendorong pengembangan talenta dan infrastruktur digital," ujarnya.

(Dam/Ysl)