Grab dan Lazada Mengikat Janji Suci Saat Festival Belanja Online

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVAGrab dan Lazada mengumumkan kerja sama strategisnya di Vietnam pada Selasa, 10 November 2020 untuk mengintegrasikan penawaran produk mereka mulai 11 November atau saat hari belanja online nasional atau harbolnas. Hal ini juga memungkinkan pengguna Vietnam dari salah satu aplikasi tersebut untuk mengakses kedua platform langsung dari halaman beranda aplikasi mereka.

“Pandemi COVID-19 juga telah mendorong adopsi layanan digital di Vietnam dan mendorong perilaku konsumen yang mengutamakan digital. Hasilnya, semakin banyak konsumen kini mempertimbangkan pilihan virtual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Kami mengantisipasi transisi ke layanan digital akan terus meningkat," kata Managing Director Grab Vietnam, Nguyen Thai Hai Van, seperti dikutip dari Kr-Asia, Rabu, 11 November 2020.

Baca: Pesaing Gojek dan Grab Hadir di Jakarta, Tarif Lebih Murah

Pengguna Vietnam akan dapat mengakses GrabFood, platform pengiriman makanan dan minuman milik Grab, dari beranda aplikasi dan situs web Lazada. Sementara pengguna Grab di Vietnam juga dapat mengakses platform Lazada melalui beberapa tautan yang tertanam dalam spanduk dan widget berbasis kampanye di aplikasi Grab.

Bukan itu saja. Manfaat lainnya termasuk voucher lintas platform dan solusi pengiriman point-to-point yang dimungkinkan oleh GrabExpress, di antaranya. Berita tersebut datang bertepatan perayaan Single Day, sebuah festival belanja online yang berasal dari China tetapi berhasil meraih popularitas di Asia Tenggara.

Di Vietnam, salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini, juga menyaksikan pemain berlomba untuk memanfaatkan festival belanja online. “Kami mengharapkan volume lebih dari 30 kali lipat dari normal dari penjualan domestik dan lintas batas musim saat Harbolnas ini," ungkap CEO Lazada Vietnam, James Dong.

Selain itu, ia juga berharap armada logistiknya mengalami peningkatan jarak tempuh sebesar 25 persen dibandingkan dengan tahun lalu dalam memenuhi pesanan pelanggan.

Di tengah persaingan e-commerce yang sengit di Vietnam, Shopee tetap menjadi platform e-commerce paling populer berdasarkan lalu lintas pada kuartal II 2020.

Di belakang Shopee menguntit Lazada yang didukung Alibaba, dan pemain lokal Tiki serta Sendo, menurut laporan terbaru yang diterbitkan oleh aggregator iPrice bersama dengan pencari pasar SimilarWeb dan App Annie.

Pertumbuhan e-commerce di Vietnam diharapkan meningkat 46 persen, sedangkan volume barang dagangan kotor (GMV) diharapkan mencapai US$14 miliar (Rp195 triliun) atau pertumbuhan 16 persen secara tahunan (yoy), menurut laporan e-Conomy Asia Tenggara 2020 oleh Google, Temasek Holdings dan Bain & Company. Ekonomi internet Vietnam pun diperkirakan mencapai nilai US$52 miliar atau Rp726 triliun pada 2025.