Grab Indonesia Berangkatkan 74 Mitra Driver Umroh dan Piknik di Turki

Liputan6.com, Tangerang - Dinilai memiliki performa yang sangat baik dalam melayani kostumernya, Grab Indonesia menghadiahi 74 mitranya untuk ibadah umroh ke Tanah Suci dan perjalanan wisata kekinian di Turki.

Bukan hanya sendiri, tapi para mitra Grab ini diperbolehkan mengajakserta pasangan atau keluarganya.

"Jadi, 74 orang ini adalah mitra dan keluarga atau pasangannya. Ada 46 orang yang beragama muslim diberangkatkan ibadah Umroh, sisanya terutama mitra kita yang non muslim, berlibur ke Turki," jelas Muhammad Akmal, Offline Engagement Manager Grab Indonesia, di Fave Hotel Bandara Internasional Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Selasa (19/11/2019).

Untuk bisa berangkat umroh atau berwisata ke Turki, Grab pun memiliki penilaian sendiri, yakni mereka yang keluar sebagai pemenang dalam program Liga Mitra Nasional.

Misalnya, performa yang baik, tidak pernah pilih perjalanan, membatalkan pesanan dan beberapa kriteria lainnya.

"Program ini kan sudah dari Oktober 2018, jadi sekitar 200 mitra Grab yang sudah berangkat Umroh atau wisata ke Turki hingga tahun ini," kata Akmal.

 

Berasal dari 10 Kota Besar di Indonesia

Bukan hanya dari Jakarta, 74 mistra ini berasal dari 10 kota besar Indonesia. Seperti Bogor, Sukabumi, Bandung, Medan dan lainnya.

Sementara, menurut Lia Firdausy, selaku Head of Commercial Umroh.com, perjalanan umroh dan wisata ke Turki ini, bila dikalkulasikan dengan rupiah, sama saja dengan perjalanan seharga Rp 25 juta.

"Masing-masing senilai Rp 25 juta. Kalau yang umroh itu dikasih bonus lagi saat pulang, yaitu trip ke Malaysia," kata Lia.

 

Pernah Ngaspal Sampai 48 Trip

Sementara, kesempatan pergi berlibur ke Turki dirasakan salah satu driver Grab bike, Hansen Yance. Driver asal Sukabumi, Jawa Barat ini, mengaku anti dalam memilih apalagi membatalkan pesanan penumpang.

"Saya pernah 30 trip sehari, trus lanjut 35 trip. Dan terakhir sehari dalam 20 jam itu 48 trip, alhasil sekitar Rp 2.2 juta di tangan," ungkapnya.

Padahal dia hanya ingin membuktikan, bila menjadi driver ojek online tidak selamanya nganggur karena sepi penumpang. Asal, tidak memilih trip perjalanan atau membatalkan.

Dia pun tidak menyangka, kerja kerasnya itu ternyata membuahkan hasil. Bukan hanya untuknya, tapi juga membahagiakan istrinya.

"Saya senang, istri senang, dapat jalan-jalan begini. Kita liburan sesekali," katanya.

(Pramita Tristiawati/Ysl)