Grab Nonaktifkan Pegawai yang Tak Hargai Difabel saat Wawancara

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengalaman pahit dirasakan seorang penyandang disabilitas. Penyandang tunarungu berinisial TP mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat memenuhi undangan wawancana kerja sebagai mitra Grab. Kejadian tersebut diduga terjadi di kantor Grab kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Cerita tidak menyenangkan itu dibagikan istri TP lewat akun instagram @amanda_farliany pada Selasa (26/4). TP dan istrinya mengirimkan surat terbuka kepada Grab. Grab langsung merespons surat terbuka tersebut.

"SURAT TERBUKA untuk @grabid. Saya kecewa pelayanan BURUK terhadap suamiku @tonandaputra di tempat pendaftaran mitra @grabid cakung .. Tentu saja saya tidak bisa menerima seperti itu," kata Amanda dikutip merdeka.com, Rabu (27/4).

Amanda mengungkapkan, kejadian itu berawal ketika TP menghadiri wawancara di salah satu kantor Grab. Sekuriti Grab lantas mengusir, memaki dan melarang TP masuk tanpa alasan jelas.

"Kronologinya tonan mau menunjukan surat undangan dan diketemukan lagi oleh security lain (kepala security) yang lagi-lagi seperti tidak diterima dengan muka masam dan raut wajah yang marah-marah. Dia menunjukan isi WA dan undangan yang tertulis bahwa dia diundang interview," papar dia.

TP akhirnya diperbolehkan masuk. Tetapi, sang sekuriti lagi-lagi melakukan perlakuan seolah menghina TP dengan memanggilnya dengan sangat kencang. Kemudian, sekuriti itu memberitahu TP bahwa tidak ada lowongan untuk penyandang disabilitas seperti dirinya.

"Malah Disuruh membaca dengan jelas dan keras, Tonan sudah mengikuti. Sampai dites dengan dipanggil dari jauh, wah TIDAK SOPAN.. malah coba tes lagi dipanggil, bertepuk tangan kencang-kencang, seolah-olah mengetes pendengarannya yang memang tuli," tegas Amanda.

Amanda mengatakan, suaminya tidak marah atau tersinggung dengan perlakukan tersebut. Tetapi, pihaknya mengaku kecewa atas pelayanan Grab kepada seorang difabel. Dia berharap Grab dapat berbenah dan lebih menghargai seorang difabel seperti suaminya.

"Semoga ini menjadi pelajaran untuk @grabid kedepannya akan lebih baik, bisa memberi AKSES dan fasilitas umum RAMAH Disabilitas," tutup Amanda.

Grab langsung merespons surat terbuka dengan investigasi internal. Grab menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang menimpa TP.

"Grab menemukan terjadinya kesalahan prosedural di lapangan, dan untuk itu menyatakan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada beliau atas kejadian yang dialami," kata Grab dikutip dari siaran persnya.

Pegawai yang bertindak tidak menyenangkan terhadap TP kini sudah dinonaktifkan sementara selama investigasi berlangsung. Investigasi akan diselesaikan paling lambat dalam 3 (tiga) hari ke depan.

"Karyawan Grab terkait saat ini telah dibebastugaskan sementara proses investigasi berjalan," papar Grab.

Grab juga telah menghubungi TP untuk menyampaikan permohonan maaf pada tanggal 26 April 2022. Kedua belah pihak telah bertemu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Pihak calon mitra telah menyampaikan kesediaan untuk bertemu dengan perwakilan Grab Indonesia hari ini, 27 April 2022, sebagai bagian dari proses evaluasi dan koreksi kami untuk meningkatkan layanan terhadap mitra Teman Tuli," terang Grab.

Selain itu, Grab juga akan memperbaiki prosedur pendaftaraan mitra disabilitas yang sudah berjalan. Di antaranya, meningkatkan publikasi informasi jalur khusus pendaftaran mitra penyandang disabilitas, untuk meminimalisasi kemungkinan kesalahan prosedur di lapangan.

Kemudian, melengkapi formulir pendaftaran mitra untuk memastikan pelayanan yang lebih efektif bagi calon mitra penyandang disabilitas. Aturan baru itu akan diimplementasikan dalam 3 (tiga) hari ke depan.

Grab berjanji menjadi tempat bekerja ramah disabilitas. Salah satunya dengan melengkapi lokasi rekrutmen calon mitra pengemudi dan UMKM dengan menambah papan informasi yang memudahkan calon mitra penyandang disabilitas, menambah jadwal kehadiran penerjemah bahasa isyarat untuk membantu memudahkan proses rekrutmen para calon mitra penyandang disabilitas.

"Grab meneruskan konsultasi dengan GERKATIN dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dalam pelaksanaan program kemitraaan dengan penyandang disabilitas, termasuk implementasi untuk semua inisiatif perbaikan program di atas," tandas siaran pers Grab. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel