Grab Operasikan 8.500 Kendaraan Listrik di Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Grab Indonesia meluncurkan tampilan baru armada Kendaraan Listrik Grab, yang bernama GrabElectric. Saat ini, Grab Indonesia telah mengoperasikan 8.500 armada kendaraan listrik tahun ini.

Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan, ini merupakan bentuk Grab Indonesia mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2019 tentang kendaraan berbasis listrik (KBL).

"Kami laporkan grab sudah mengoperasikan 8.500 kendaraan listrik di 8 provinsi di Indonesia. Termasuk beberapa waktu lalu di kawasan candi Borobudur kita juga melibatkan kendaraan listrik," kata Ridzki di Jakarta, Selasa (12/7).

Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik ini merupakan langkah awal dari Grab Indonesia untuk terus mendukung lingkungan yang lebih baik melalui kendaraan listrik.

Ridzki menyebut ada dua dampak positif hadirnya kendaraan listrik. Pertama, dampak terhadap lingkungan. Tercatat periode 2020 sampai 2021 kendaraan listrik telah berkontribusi untuk penghematan atau penurunan CO2, yaitu sebesar 5 ribu ton CO2 jika dikonversi terhadap BBM penurunan 2 juta liter BBM selama ini.

"Kedua, kami membantu ketenagakerjaan juga karena kendaraan listrik yang kami operasikan ini dengan pola sewa sehingga buat mitra pengemudi yang tidak punya motor tetap bisa mengendarai kendaraan grab bike elektrik karena mereka sewa ke kami," ujarnya.

Dengan demikian, Grab Indonesia berperan dalam penghematan dalam biaya operasi para mitra pengemudi secara rata-rata sebesar 25 persen. Sehingga mereka tidak khawatir jika tidak memiliki kendaraan listrik, selain itu grab Indonesia juga menyediakan service center yang dikelola grab Indonesia apabila terjadi kendala terkait kendaraan listrik elektrik yang disewa mitra pengemudi.

Menurutnya, kendaraan listrik atau GrabElectric ini juga mendukung program pemerintah dalam mendukung transisi energi pada pelaksanaan Presidensi G20 mendatang di Bali.

Hal ini sejalan dengan akselerasi transisi energi program Presiden Joko Widodo sejak tahun 2019. Indonesia menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen secara mandiri dan 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030, kemudian mencapai target net zero emission paling lambat 2060.

"Ini tidak bisa terjadi tanpa kolaborasi karena tidak bisa berdiri sendiri, Kemenkomarves berperan aktif, kementerian perhubungan, kementerian investasi, Pertamina, Pertamina Patra niaga, BRI Indonesia. Tujuan kami mengingatkan akselerasi kendaraan listrik dan memotivasi masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel