Grafiti Bernada Sindiran di Solo Akhirnya Dihapus

·Bacaan 1 menit

VIVAGrafiti bertuliskan sindiran kepada pemerintah yang sempat menghiasi dinding tembok dan pintu ruko di sudut Kota Solo akhirnya dihapus. Kini coretan yang bernada sindiran itu telah tertutup rapat oleh goresan cat berwarna kuning.

Pantauan VIVA, grafiti yang bertuliskan ‘Pray for PKL! Indonesiaku lagi sakit’ dan ‘Orang miskin dilarang sakit #RIP pemerintah’ itu terpampang di dinding tembok ruko milik warga. Sedangkan dua coretan lainnya yang bertuliskan ‘2021 perang tanpa musuh’ dan ‘Negaraku minus nurani #Rip pemerintah’ menghiasi dua pintu ruko. Semua grafiti satire itu terpajang di Jalan Kusumoyudan, Pringgading, Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Coretan tulisan dengan cat pylox berwarna merah dan biru pada Selasa pagi hingga pukul 10.00 WIB masih terlihat dengan jelas. Hanya saja ketika VIVA melintasi jalan tersebut sekitar pukul 16.00 WIB, grafiti sindiran itu telah dihapus dengan ditutupi cat berwarna kuning. Tak ada lagi sisa tulisan kata maupun huruf dari coretan itu.

Berdasarkan keterangan dari salah satu warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa grafiti yang ada di tembok dan pintu ruko itu mulai dihapus sekitar pukul 12.30 WIB. Siapa yang menghapus?, ia mengungkapkan dari seragam yang dipakai merupakan anggota TNI yang didampingi oleh petugas Linmas dari kelurahan setempat.

“Tulisan itu mulai dihapus siang tadi. Yang menghapus itu ada dua orang berpakaian ABRI (TNI) dan dua orang memakai pakain hijau-hijau biasa Linmas. Terus ada yang pakai pakaian biasa itu ada satu atau dua orang,” kata dia yang merupakan warga Pringggading.

Sedangkan ketika disinggung mengenai munculnya coretan tulisan bernada sindiran itu, pria itu menyebutkan telah ada sejak setengah tahun yang lalu. “Sudah ada lama kok itu,” ujarnya.

Baca juga: Grafiti Bernada Sindiran Muncul di Solo, Gibran Tantang Pelaku Bertemu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel