Greysia Polii: Pengurus PBSI Harus Memberi Rasa Aman

Ridho Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Indonesia gagal memenuhi target yang diberikan selama berlaga di Thailand (turnamen Leg Asia). Indonesia mengikuti tiga turnamen yang dihelat di Negeri Gajah Putih.

Tiga turnamen yang dilakoni antara lain, BWF World Tour Super 1000 Thailand Open jilid 1, BWF World Tour Super 1000 Thailand Open jilid 2, dan BWF World Tour Finals 2020.

Sayangnya, tim Merah Putih cuma berhasil membawa satu medali emas yang dipersembahkan ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Mereka menjuarai BWF World Tour Super 1000 Thailand Open jilid 1.

Sementara, di BWF World Tour Super 1000 Thailand Open jilid 2, tak ada satu pun wakil di final. Greysia/Apriyani dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan terhenti di semifinal.

Dan di BWF World Tour Finals, dari lima wakil yang lolos di empat sektor, hanya Ahsan/Hendra yang mampu melaju hingga ke final namun kalah dari pasangan Taiwan, Lee Yang/Wang Chi Lin. Sisanya, tak lolos dari fase grup.

Ada harapan dari pemain ganda putri Indonesia untuk kepengurusan baru PBSI pasca hasil kurang memuaskan di Thailand. Ia meminta kepengurusan baru Agung Firman Sampurna segera lakukan penyesuaian.

"Harapan kami ke pengurus baru, kita butuh penyesuaian. Pengrus baru ini banyak penyesuaian," ujar Greysia dalam diskusi online, Kamis 4 Februari 2021.

Greysia mencontohnya, mengurus PBSI beda lembaga politik. Atas hal itu ia menekankan pengurus baru bekerja lebih ekstra agar meraih prestasi seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Pak Agung misalnya, kan beda sport ini dengan lembaga politik. Pengurus baru ini harus sedikit ekstra bekerja keras agar berprestasi seperti tahun lalu-lalu," ungkapnya.

Hal yang paling penting, komunikasi yang baik dan kerja sama yang baik. Pengurus harus memberikan rasa aman kepada atletnya.

"Semoga ada komunikasi yang baik agar kerja sama yang baik. melindungi, memberi rasa keamanan," kata dia.