GSMA: 130 Juta Orang di Asia Pasifik Konek ke Internet Pertama Kalinya Pada 2020-2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 di seluruh dunia membuat banyak orang harus saling terhubung via internet.

Laporan Masyarakat Digital di Asia Pasifik: 'Mempercepat kemajuan melalui kolaborasi' mengungkap, hampir 130 juta orang di kawasan Asia Pasifik berlangganan internet seluler untuk pertama kalinya selama 2020-2021.

Dengan begitu, total pengguna internet di Asia Pasifik menjadi lebih dari 1,2 miliar. Selain itu, diperkirakan pada 2055, lebih dari 333 juta orang di seluruh kawasan Asia Pasifik akan mulai menggunakan internet seluler untuk pertama kalinya.

Banyaknya pengguna baru internet, mendorong pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Namun, perlu juga diketahui, orang yang beraktivitas di lingkungan daring tetap aman.

Berdasarkan laporan GSMA sebelumnya, misinformasi dan disinformasi berpotensi merusak kepercayaan di lingkungan online.

Maka, makin banyaknya jaringan 5G yang ada di Asia Pasifik, perlu pula dialog dan upaya kolaboratif untuk memberikan kepercayaan yang dibutuhkan masyarakat digital.

Dalam keterangannya disebutkan, GSMA menyelenggarakan Mobile 360 Asia Pasific bagi petinggi bisnis dan pembuat kebijakan, guna membahas strategi transformasi digital di kawasan Asia Pasifik pada 19-21 Oktober lalu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tranformasi Digital dan Upaya Kolaboratif di Kawasan Asia Pasifik

Ilustrasi anak-anak beraktivitas di dunia maya/di internet. Kredit: Marc Thele via Pixabay
Ilustrasi anak-anak beraktivitas di dunia maya/di internet. Kredit: Marc Thele via Pixabay

Head of GSMA Asia Pasific Julian Gorman mengatakan, 2021 jadi tahun yang penting untuk bertransformasi digital. Karena digitalisasi memungkinkan masyarakat dan bisnis untuk mengatasi dampak pandemi yang berkelanjutan.

"Pendekatan kolaboratif akan menjadi kuncinya, karena lebih banyak jaringan 5G yang diluncurkan di kawasan ini, yang sejalan dengan dikembangkannya teknologi terbaru dan inovatif," kata Gorman, dalam keterangan GSMA, dikutip Jumat (22/10/2021).

Penelitian baru GSMA Intelligence mengungkap, upaya kolaboratir membantu negara-negara Asia Pasifik terus maju menuju masyarakat digital yang matang.

Laporan Masyarakat Digital di Asia Pasifik: 'Mempercepat kemajuan melalui kolaborasi' memperlihatkan bagaimana upaya kolaboratif meningkatkan efisiensi dan membantu mengembangkan ekosistem teknologi baru dan terpercaya.

Laporan dari 11 Negara

Banner Internet 5G (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Internet 5G (Liputan6.com/Triyasni)

Laporan ini juga memperlihatkan bagaimana negara APAC membuat kemajuan signifikan untuk menjadi masyarakat digital sepenuhnya, meski kondisi pandemi menyoroti pentingnya pembenahan di beberapa bidang.

Sementara itu, laporan tahunan keenam GSMA mengenai masyarakat digital di Asia Pasifik menyorot kemajuan 11 negara yang jadi fokus. Ke-11 negara tersebut Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Pakistan, Singapura, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam.

Adapun aspek yang dilihat adalah identitas digital, kewarganegaraan digital, gaya hidup digital, dan perdagangan digital.

"Konektivitas 4G dan 5G memungkinkan orang, tempat, dan berbagai hal terhubung seperti yang tidak pernah terjadi sebelumnya," demikian berdasarkan laporan yang dimaksud.

GSMA juga melihat, upaya kolaboratif oleh orang dari berbagai sektor memungkinkan keragaman ide dan membuat adanya peluang bagi Asia Pasifik untuk memaksimalkan manfaat dari masyarakat digital.

(Tin/Isk)

Infografis Tentang Internet 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel