Gua hingga Laut, 5 Tempat di Bumi yang Sangat Jarang Dikunjungi Manusia

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kemajuan teknologi memungkinkan manusia menciptakan alat yang dapat menjelajahi segala belahan Bumi atau membuat mereka pernah menginjakkan kakinya di semua seluruh penjuru tersebut.

Namun hal tersebut salah. Masih ada tempat di Bumi yang sangat jarang atau bahkan belum pernah dieskplorasi oleh manusia. Tempat-tampat itu hanya sebatas dipetakan.

Terdapat juga beberapa alasan mengapa manusia belum dapat mengeksploasi tempat tersebut hingga saat ini.

Dikutip dari TopTenz, Sabtu (24/10/2020), berikut ini adalah 5 tempat di Bumi yang belum pernah dikunjungi manusia:

1. Puncak Gunung Muchu Chhish di Pakistan

Muchu Chhish, Pakistan (@j_h_5/Twitter).
Muchu Chhish, Pakistan (@j_h_5/Twitter).

Muchu Chhish adalah sebuah gunung di Pakistan yang memiliki ketinggian 7.453 meter dan hingga hari ini puncaknya masih belum didaki. Pada tahun 2003, Bhutan telah melarang semua pendakian, tetapi beberapa ekspedisi berhasil mendapatkan izin.

Pada tahun 2014, pendaki gunung Inggris, Pete Thompson, mencoba mendaki gunung itu, berharap bisa mencapai puncak. Thompson diperkirakan harus mendaki 1.453 meter terakhir tanpa tali, tetapi kehadiran es yang keras menggagalkan rencananya untuk mencapai puncak, memaksanya untuk kembali ke ketinggian 6.000 meter.

Sebelum upaya Thompson, sebuah tim Spanyol dikabarkan telah berhasil mencapai 6.650 meter dan tetap menjadi titik tertinggi di gunung yang pernah dicapai siapa pun.

Pakistan adalah rumah bagi 108 puncak yang lebih tinggi dari 7.000 meter, dan banyak dari puncak ini termasuk dalam pegunungan Karakoram, yang 40 hingga 50 persennya tertutup gletser.

Pegunungan ini begitu besar hingga berbatasan dengan Cina, India, Pakistan, bahkan hingga ke Afghanistan dan Tajikistan. Jajaran pegunungan Karakoram juga merupakan salah satu wilayah yang paling aktif secara geologis di dunia, karena kisaran tersebut diciptakan oleh interaksi lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

2. 90% Dasar Laut di Bumi

Ilustrasi gelombang laut (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi gelombang laut (Sumber: Pixabay)

Dasar laut bumi adalah tempat asing yang luas, dimana hampir seluruhnya masih belum dijelajahi oleh manusia. Sementara satelit telah berhasil memetakan hampir 100 persen dasar laut pada resolusi rendah, lebih dari 80% darinya belum dieksplorasi atau dipetakan pada resolusi yang lebih tinggi.

Seorang pengembara terkenal James Cameron, menjelajahi sebagian dari Lembah Pasifik Utara yang dikenal sebagai Challenger Deep dengan kapal selam satu orang. Challenger deep dianggap sebagai titik terdalam di dasar laut Bumi, mencapai kedalaman 10.920 meter.

Penyelaman Cameron berhasil mencapai kedalaman yang mengesankan 10.908 meter dan tercatat sebagai rekor dunia.

Salah satu alasan utama mengapa begitu banyak dasar laut belum dipetakan adalah karena sulitnya mengembangkan kapal yang dapat bertahan dari tekanan besar dan kondisi yang ada di bagian terdalam dasar laut. Salah satunya seperti di bagian terdalam Palung Mariana mengalami tekanan delapan ton per inci persegi, cukup untuk meremukkan tubuh manusia menjadi bubur yang berantakan.

Sebelum penyelam pertama melakukan perjalanan pertama mereka ke Challenger Deep lebih dari 50 tahun yang lalu, ada anggapan bahwa dasar laut adalah gurun berlumpur dan tak bernyawa. Tapi kenyataannya justru sebaliknya.

Kehidupan berkembang pesat di lautan dan mungkin bila dieskplorasi lebih dalam, kita dapat menemukan ekstremofil baru dan bentuk kehidupan yang tidak dikenal. Sebuah prospek yang membuat banyak ilmuwan bersemangat.

3. Area Hutan Utara Myanmar

Ilustrasi hutan. Sumber foto: unsplash.com/Julien R.
Ilustrasi hutan. Sumber foto: unsplash.com/Julien R.

Area Hutan Utara di Myanmar tetap menjadi salah satu kawasan hutan belantara tak terputus terbesar di Asia Selatan, membentang melintasi hutan dataran rendah dan lahan basah yang dipenuhi pohon jenis konifera (memiliki daun seperti sisik atau berbentuk jarum).

Wilayah ini memiliki keanekaragaman hayati terbesar di Asia Selatan, banyak wilayah yang hampir tidak tersentuh oleh penjelajah manusia. Diyakini bahwa banyak spesies harimau, gajah dan burung merupakan bagian dari keanekaragaman hayati tersebut.

Jantung hutan ini hampir mencapai 13.679 kilometer dan merupakan cagar harimau terbesar di dunia.

Terlepas dari kelangkaan relatif kehidupan manusia di hutan, sekitar 1 juta orang tinggal di sekitar perbatasan hutan ini, baik yang tinggal di pedalaman maupun di pantai (berdekatan dengan hutan tersebut).

Meskipun sebagian besar hutan masih berada di bawah peraturan perlindungan lingkungan, banyak dari peraturan tersebut yang dianggap kadaluwarsa oleh beberapa ahli dan dikatakan dapat menyebabkan bencana bagi masa depan keanekaragaman hayati hutan tersebut.

Pelacakan hewan ilegal terus menjadi masalah, China menjadi pemain utama dalam perdagangan hewan eksotis yang diambil dari daerah tersebut.

4. Gurun Namib

Potret 10 Gurun Pasir yang Paling Menarik di Dunia. (Sumber: Brain Berries)
Potret 10 Gurun Pasir yang Paling Menarik di Dunia. (Sumber: Brain Berries)

Gurun Namib adalah salah satu tempat paling berbahaya bagi kehidupan di Bumi karena cuacanya yang sangat panas dan kondisi gersang, wilayah tersebut hampir seluruhnya tidak berpenghuni. Saat ini, gurun tersebut dianggap sebagai gurun tertua di dunia.

Gurun ini juga terhubung dengan Pantai Skeletal, pantai ini juga mematikan, dengan pasir putih yang terhampar luas dan bangkai kapal dari zaman dulu berserakan di pantainya seolah-olah memperingatkan bahaya yang mungkin ditimbulkan gurun jika dikunjungi oleh pelancong yang tidak waspada.

Meskipun demikian, Gurun Namib dan Pantai Skeletal adalah rumah bagi berbagai satwa liar, seperti babun, macan tutul, cheetah dan hyena coklat dan tutul. Kuda nil juga terlihat dari waktu ke waktu saat mengarungi perairan di Skeletal.

5. Gua Hang Son Doong di Vietnam

Tercatat baru 900 orang yang mengunjungi gua vertikal terbesar ini Foto: cave.photography
Tercatat baru 900 orang yang mengunjungi gua vertikal terbesar ini Foto: cave.photography

Gua Hang Son Doong pertama kali ditemukan pada tahun 1990 oleh seorang petani lokal bernama Ho Khanh, yang sedang mencari perlindungan dari badai yang lewat di hutan. Ho Khanh memperhatikan bahwa awan dan suara sungai di bawah permukaan yang deras berasal dari lubang besar di batu kapur di hutan.

Dia selamat dari badai tetapi tersesat saat keluar dari hutan dan lokasi gua tersebut diperkirakan telah hilang selama 18 tahun.

Untungnya, dia menemukan kembali pintu masuk gua pada tahun 2008 saat berburu. Gua itu sekarang dianggap sebagai salah satu yang terbesar di dunia, membentang sepanjang lima kilometer dan mencapai ketinggian 200 meter.

Ekspedisi pertama ke gua, yang dipimpin oleh sekelompok penyelam Inggris, tidak dapat memetakan seluruh sistem gua, karena kekurangan peralatan yang memadai untuk melanjutkan.

Gua ini adalah rumah bagi ekosistem unik yang mengesankan, salah satunya adalah mutiara batu kapur yang sangat langka. Mutiara ini tersebar di seluruh gua.

Gua ini juga menjadi rumah bagi stalagmit terbesar yang pernah ditemukan, berukuran 80 meter yang mengejutkan.

Karena ekosistem yang rapuh, maka orang tidak diizinkan memasuki Gua ini dan sebagian besar masih belum dijelajahi. Diperkirakan bahwa gua ini lebih besar dari yang diperkirakan.

Reporter: Ruben Irwandi

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

[vidio:WOW: Ternyata Debu Gurun Sahara Menyuburkan Hutan Amazon]()