Gubernur Aceh berharap kehadiran BSI persempit ruang gerak rentenir

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Gubernur Aceh Nova Iriansyah berharap dengan tersebarnya layanan perbankan syariah di Aceh seiring hadirnya Bank Syariah Indonesia dapat mempersempit ruang gerak para oknum rentenir atau tengkulak yang mengeruk keuntungan dengan pinjaman uang berbunga sangat tinggi.

“Kami berharap dengan semakin menyebarnya layanan perbankan syariah ke seantero pelosok Aceh, akan dapat mempersempit ruang gerak rentenir,” kata Gubernur Nova Iriansyah di sela-sela menerima kunjungan silaturahmi manajemen PT Bank Syariah Indonesia (BSI) wilayah Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan dirinya mendukung dan mengapresiasi penggabungan tiga bank syariah milik negara yakni BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia.

Baca juga: Erick Thohir harap Bank Syariah Indonesia jadi energi baru ekonomi RI

Baca juga: Presiden Jokowi: Bank Syariah Indonesia harus gesit tangkap peluang

Ia mengatakan bank tersebut dapat beroperasi secara beriringan dengan bank syariah milik Pemerintah Aceh yang telah ada sebelumnya yakni Bank Aceh Syariah.

Gubernur juga berharap agar para karyawan yang sebelumnya bekerja di bawah tiga bank syariah tersebut tidak dirumahkan dan dapat melanjutkan pekerjaan mereka, seperti sebelumnya.

“Mudah-mudahan tidak ada pemutusan hubungan kerja untuk putra putri Aceh yang sebelumnya telah bekerja di sana,” kata Gubernur.

Pimpinan Bank Syariah Indonesia, wilayah Aceh, Nana Hendriana mengatakan PT BSI akan resmi beroperasi setelah sebelumnya melangsungkan mega merger dengan 3 bank syariah BUMN, yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah.

Baca juga: Presiden Jokowi: Jangan berpikir bank syariah hanya untuk muslim

Baca juga: Presiden Jokowi bersyukur, bank syariah tumbuh lampaui konvensional