Gubernur: Ada tiga anomali penggerak ekonomi Jabar tumbuh saat pandemi

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan ada tiga anomali penggerak sektor ekonomi yang tumbuh di Jabar saat pandemi COVID-19 yakni pertanian tumbuh sembilan persen, bidang logistik dan infokom, serta yang ketiga kesehatan.

"Ini menariknya ada tiga anomali penggerak ekonomi di Jabar yang tumbuh. Pertanian tumbuh sembilan persen, logistis tumbuh, infokom tumbuh dan kesehatan tumbuh," kata Kang Emil kepada Presiden Joko Wido saat rapat koordinasi di Makodam III Siliwangi Kota Bandung, Selasa.

Selain itu, lanjut dia, hal lain yang di luar prediksi ialah sektor pendapatan dari pajak kendaraan bermotor saat pandemi COVID-19 juga malah naik.

"Jadi saya melihat kalau urusan kita permudah rakyat disiplin, pendapatan daerah naik dari sisi pajak. Karena full digital kita kasih kemudahan, jadi pajak naik," kata dia.

Baca juga: Gubernur: Pariwisata siap sokong ekonomi Jabar pascapandemi

Kepada Presiden Jokowi, Kang Emil mengaku sedih karena dari sisi ekonomi, sebelum ada pandemi COVID-19 jumlah warga Jabar yang mendapatkan subsidi hanya 25 persen dari total populasi namun saat ini bertambah menjadi 72 persen.

"Jadi sekarang ada 72 persen rakyat Jawa Barat itu tangannya di bawah Pak Presiden. Dari 50 juta jiwa hampir tiga per empat-nya sekarang posisinya meminta bansos," kata dia.

Ia mengatakan di tengah kondisi saat ini pihaknya berterima kasih pada Presiden Jokowi yang memberikan uang pinjaman untuk daerah.

"Dan itu filosofinya (pinjaman dari pusat) ini menggantikan uang yang dipakai COVID-19 sehingga program lama bisa dihidupkan untuk menggerakkan ekonomi sampai Desember,” katanya.

Baca juga: DKI-Jabar jadi perintis pinjaman dana PEN

Ia mengatakan penurunan ekonomi di triwulan dua tahun 2020 hingga 5,9 persen sudah disikapi dengan perintah agar Pemprov Jawa Barat segera membelanjakan anggaran pemerintah.

"Itu minus 5,9 karena PDRB kita di sektor manufaktur. Jadi kalau kondisi globalnya belum pulih, bagian utara yang merupakan rumah industri manufaktur, 60 persen di industri di Jawa Barat ini pasti terkena," kata Kang Emil.