Gubernur Anies Bebaskan Pajak untuk Veteran, Ini Syaratnya

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan para keluarga veteran di DKI akan dibebaskan dari pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dia beralasan karena setiap tahun pembayaran pajak terus meningkat.

"Mereka dibebaskan dari PBB sehingga para purnawirawan, para pensiunan pegawai negeri tidak terusir dari rumahnya karena tidak mampu membayar pajak di Jakarta," kata Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019).

Mantan Menteri Pendidikan ini menyebut, pembebasan pajak itu merupakan bentuk penghormatan kepada pihak yang telah berjasa kepada bangsa.

"Bukan sekadar didoakan saat upacara, tapi diringankan hidupnya, khususnya saat di masa tua dan juga keluarganya," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menggratiskan PBB untuk pejuang dan veteran hingga tiga generasi di bawahnya. Anies menyebut penggratisan itu akan dilakukan mulai 2019.

"Tiga generasi di bawahnya yang masih menempati rumah yang sama dari para pejuang kemerdekaan, dibebaskan dari pajak bumi dan bangunan," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2019).

Akan tetapi, dia menyatakan hal tersebut juga memiliki beberapa syarat. Di antaranya rumah tersebut tidak disewakan ataupun menjadi lokasi usaha dan harus ditinggali pemiliknya.

Bisa Dibatalkan

Anies juga mengatakan, rencana penggratisan itu didasari adanya pajak PBB yang tinggi untuk rumah pejuang dan veteran. Bila tidak memenuhi syarat, Anies menyebut penggratisan dibatalkan.

"Kita menyaksikan para pejuang dan generasinya terusir secara sopan akibat beban pajak yang harus ditanggung oleh keluarganya. Karena mereka tinggal di rumah-rumah yang dulunya rumah sederhana, hari ini menjadi wilayah elite," jelas Anies.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: