Gubernur Bali: Terobos Rombongan Bukan Cara Elegan Hormati Presiden Jokowi

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Bali, I Wayan Koster merespons adanya warga yang nekat menerobos iring-iringan rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi Pasar Badung, di Denpasar Bali. Dia mengatakan, bahwa hal tersebut sangat tidak baik kendati dirinya saat itu tidak mendampingi Presiden Jokowi ke Pasar Badung.

"Kalau terkait kemarin, acara Bapak Presiden mengunjungi Pasar Badung saya tidak mengetahui persis tapi saya kira hal seperti itu tidak baik," kata Koster, saat konferensi pers di Denpasar, Bali, Jumat (18/11) sore.

"Saya tidak hadir dalam acara itu. Tapi saya melihat di satu berita, rekaman video, dan saya kira itu bukan orang Bali. Jadi itu, bukan suatu yang elegan untuk menghormati seorang kepala negara," imbuhnya.

Sementara, terkait Presiden Jokowi meminta maaf kepada masyarakat Bali apabila selama rangkaian acara pelaksanaan Presidensi G20 itu telah mengganggu aktivitas masyarakat, seperti jalanan macet akibat KTT G20 yang berlangsung pada 15-16 November 2022.

Menurut Koster bahwa adalah kesantunan seorang Presiden Jokowi yang sangat simpatik kepada warga Bali. Karena, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan juga meminta maaf ke warga Bali dengan adanya pengendalian mobilitas masyarakat selama KTT G20.

"Itu kesantunan Bapak Presiden Joko Widodo dan juga sebelumnya disampaikan oleh Bapak Menko Maritim menyampaikan mohon maaf kalau ada gangguan jalur-jalur yang dilintasi peserta G20. Saya kira itu sesuatu yang sangat simpatik," ujarnya.

Sebelumnya, seorang perempuan nekat menerobos iring-iringan rombongan Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja (kunker) di Pasar Badung, Denpasar, Bali, pada Kamis (17/11) pagi.

Peristiwa itu, diketahui terjadi saat rombongan mobil Presiden Jokowi melewati Jalan Thamrin, Denpasar, dan terlihat seorang wanita mengenakan baju putih menerobos tim pengamanan dan mendekati mobil Presiden Jokowi. Bahkan, perempuan itu berani memasukkan tangannya ke kaca jendela tepat di samping Presiden Jokowi duduk.

Sementara, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan bahwa perempuan tersebut adalah warga Denpasar yang memang menunggu kedatangan Presiden Jokowi dan menurutnya hal itu adalah bentuk antusias masyarakat Bali menyambut kedatangan Presiden Jokowi.

"Itu bentuk antusias masyarakat Bali. Karena presiden buka kaca dan kemudian (si perempuan itu) pengen dekat. Dan Bapak Presiden memberikan kaus, intinya karena rasa senang terhadap presiden," kata Satake, saat dihubungi, Kamis (17/11).

"Itu bentuk antusiasme masyarakat Bali kedatangan Presiden Republik Indonesia. Bapak Jokowi yang terkenal ramah dan baik. Kemudian, beliau (Presiden Jokowi) kan buka kaca, makannya dia mendekat dikasih kaus akhirnya," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa untuk warga yang menerobos rombongan Presiden Jokowi tidak diamankan dan hanya diberi himbauan agar tidak melakukan lagi.

"Tidak diamankan hanya diimbau saja. Jadi walaupun kita punya antusias semangat tinggi, harusnya memang menjaga arus lalu lintas juga. Rawan juga kalau ada apa-apa kan dekat dengan kendaraan," ujarnya.

[ded]