Gubernur Bank Sentral Irak Dipecat

Baghdad (AFP/ANTARA) - Kabinet Irak mengangkat kepala bank sentral baru Selasa setelah gubernur bank yang sangat dihormati, yang sedang di luar negeri, dipecat di tengah-tengah pemeriksaan manipulasi mata uang.

Tindakan itu dilakukan setelah pengumuman satu penyelidikan terhadap dugaan bahwa para pejabat di Bank Sentral Irak (CBI) dengan sengaja melemahkan nilai mata uang dinar Irak terhadap dolar Amerika Serikat.

"Kabinet memutuskan mengizinkan Abdelbassit Turki, kepala Badan Audit Tertinggi, memimpin Bank Sentral untuk jangka waktu yang tidak ditentukan," kata juru bicara Perdana Menteri Nuri al-Maliki Ali Mussawi, dan menambahkan Sinan al-Shabibi diberhentikan dari jabatannya oleh pengawas antikorupsi.

"Komisi Terpadu (pengawas antikorupsi), berdasarkan laporan itu memutuskan memberhentikan Sinan al-Shabibi... Pemerintah, menghadapi fakta ini, memutuskan akan mengangkat seorang yang disetujui semua pihak Abdelbassit Turki."


Mussawi mwnolak memberi komentar apakah perintah penahanan akan dikeluarkan untuk menahan para pejabat CBI, tetapi Baha al-Araji ketua komisi antikorupsi parlemen, mengatakan 30 surat perintah penahanan telah dikeluarkan termasuk untuk Shabibi dan wakilnya Mudher Saleh.

Araji mengatakan penyelidikan "tidak tentang uang tetapi tentang prosedur yang menyebabkan melemahnya mata uang dinar terhadap dolar AS." (jk)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.