Gubernur Banten: Pembelajaran Tatap Muka untuk SMA-SMK Dimulai Rabu Besok

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SMA/SMK di Banten akan dimulai pada Rabu 1 September besok.

"Mulai 1 September sekolah akan dibuka. Para guru sudah divaksinasi semua," kata Gubernur Banten Wahidin Halim saat meninjau vaksinasi massal Covid-19 bagi 1.000 pelajar SMA dan SMK di Kota Cilegon, Banten.

Namun demikian, kata Wahidin, untuk pelaksanaan belajar tatap muka tersebut ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk rasa aman para siswa dan tenaga kependidikan. Salah satunya adalah vaksinasi bagi tenaga pendidik dan para siswa.

Ia mengatakan untuk pendidikan tatap muka salah satu persyaratannya guru dan siswa sudah divaksinasi. Saat ini cakupan vaksinasi untuk para pelajar sudah lebih dari 50 persen. Persyaratan lainnya kapasitas maksimal 50 persen serta melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

"Bulan September kita harapkan para siswa sudah divaksinasi Covid-19 semua," kata Wahidin seperti dikutip Antara.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Banten juga mengungkapkan terima kasih kepada para peserta yang datang untuk mengikuti vaksinasi. Menurutnya, masih ada informasi yang menyesatkan tentang vaksinasi Covid-19 dan diharapkan masyarakat tidak percaya pada hoaks.

Gelar PTM Terbatas

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Tabrani mengatakan, pembelajaran tatap muka untuk SMA/SMK di Banten saat ini belum dimulai. Namun demikian, pihaknya sudah melakukan rapat kordinasi dengan kabupaten/kota.

"InsyaAllah izin Satgas Covid-19 keluar, akan segera PTM terbatas," kata Tabrani.

Tabrani mengatakan, guru dan tenaga pendidik sudah sekitar 87 persen divaksin. Sedangkan untuk siswa sekolah negeri hampir selesai dan sekolah swasta secara bertahap terus dilakukan vaksinasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel