Gubernur Banten Tak Mau Paksa Warga Terima Vaksin COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Yandi Deslatama (Serang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Banten akan kebagian jatah 8 juta dosis vaksin COVID-19 dari pemerintah pusat. Masyarakat yang tak mau divaksinasi tidak akan disanksi namun diminta jangan menyalahkan pemerintah yang sudah memfasilitasinya.

Harapannya, vaksinasi COVID-19 secara gratis bisa meredam penularan virus corona di tengah masyarakat sehingga perekonomian bisa segera bangkit.

"Vaksin gratis dari pusat 8 juta, November udah mulai. [kalau ada warga enggak mau vaksin COVID-19] enggak apa-apa; kalau dia kena (terinfeksi virus corona) jangan salahin pemerintah," kata Gubernur Banten Wahidin Halim di Kota Serang, Selasa, 27 Oktober 2020.

Banten sudah terbebas dari zona merah COVID-19 sejak Senin, 26 Oktober 2020. Gubernur mengapresiasi kinerja tenaga medis dan kesehatan yang sudah berjuang merawat pasien hingga melacak (tracing) mereka yang pernah berkontak dengan orang yang terinfeksi.

Wahidin juga mengapresiasi masyarakat Banten yang makin sadar akan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19. Ditambah kesigapan aparat pemerintah dan para tenaga kesehatan. Juga metode pemeriksaan swab dan PCR sudah sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), selain juga upaya cepat tracing di daerah-daerah yang rawan penularan.

Dia enggan memberikan pelonggaran yang lebih saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), meski delapan kabupaten/kota di Banten sudah zona merah COVID-19. Dia ingin penularan corona terus ditekan hingga seluruh Banten menjadi zona hijau.

Gubernur tidak akan melarang warga Banten berwisata ke luar kota. Dia juga sudah mewanti-wanti, agar industri dan pelaku pariwisata di Banten agar mematuhi protokol kesehatan penularan COVID-19.

Baca: Legislator PAN Klaim Masyarakat Tak Mau Disuntik Vaksin COVID-19