Gubernur: Bendera Aceh Bukan Simbol Kedaulatan

Banda Aceh (ANTARA) - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menegaskan bendera maupun lambang Aceh bukan simbol kedaulatan, tetapi mencerminkan pemersatu masyarakat yang bernuansa Islami di provinsi itu.

"Bendera dan lambang hanya merupakan lambang dan tidak merupakan simbol kedaulatan. Dan itu kebijakan yang dilakukan atas perintah Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh," tegas Zaini Abdullah di Banda Aceh, Kamis.

Hal itu disampaikan Gubernur Aceh dalam jawaban tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Aceh Muzzakar A Gani menanggapi pemandangan umum anggota dewan dalam sidang paripurna DPR Aceh terhadap Rancangan Qanun Bendera dan Lambang Aceh.

Menurut Gubernur, masalah bendera Aceh tersebut ini disebutkan dalam Pasal 246 ayat (3) UU Nomor 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh atau UUPA.

"Dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa bendera daerah Aceh tidak sebagai bendera kedaulatan, tetapi sebagai pemersatu dan melambangkan syiar Islam," katanya.

Zaini Abdullah menjelaskan yang dimaksud melambangkan syiar Islam adalah bendera dan lambang Aceh mencerminkan penyelenggaraan syariat Islam berdasarkan kewenangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta kearifan lokal.

Gubernur menambahkan, bendera dan lambang dibuat berdasarkan norma dan kaidah budaya masyarakat Aceh yang Islami. Disain dan warna menggambarkan karakter masyarakat secara universal.

"Desain grafis serta warna bendera dan lambang mencerminkan nuansa keislaman. Seperti gambar bulan bintang berwarna putih di tengah bendera dan di atas lambang Aceh," ungkap dia.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.