Gubernur Bengkulu tawarkan investasi pariwisata di Pulau Enggano

·Bacaan 2 menit

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menawarkan potensi investasi sektor pariwisata di pulau terluar wilayah Provinsi Bengkulu yakni Pulau Enggano yang berada di tengah Samudera Hindia.

"Pulau Enggano memiliki potensi pariwisata yang besar karena itu kami gencar mempromosikan melalui berbagai media dan mengundang investor agar menanamkan investasi di Enggano," kata Rohidin saat menerima kunjungan kerja Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) M. Arsjad Rasjid di Bengkulu, Senin.

Menurut gubernur, sejumlah keunikan yang dapat menarik wisatawan ke Enggano antara lain keindahan alam mulai dari daratan pulau hingga bawah air dan kekayaan budaya masyarakat asli Suku Enggano.

Rohidin mengatakan selain jalur laut, pulau terluar itu juga dapat dijangkau dengan penerbangan perintis setelah pemerintah membangun bandara di Desa Banjar Sari, sehingga wisatawan dapat memiliki pilihan transportasi.

"Soal perizinan juga sangat mudah sekarang dengan adanya sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik atau "Online Single Submission" (OSS) yang memangkas birokrasi," ujarnya.

Pulau Enggano seluas 32 ribu hektare yang berada di tengah Samudra Hindia, masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Pulau ini dihuni lima suku asli, yakni Suku Kaitora, Kaharubi, Kauno, Kahuau, dan Kaharuba yang hidup harmonis dengan kekayaan adat-istiadatnya.
​​​​​​​
Saat ini Pulau Enggano dapat dijangkau dengan dua kapal laut masing-masing dikelola ASDP dan PT Pelni. Pelayaran ke pulau itu memakan waktu 10 hingga 12 jam mengarungi Samudera Hindia.

Ketua Umum Kadin, M. Arsjad Rasjid mengatakan siap membantu pemerintah daerah Provinsi Bengkulu untuk menarik investor yang sesuai dengan potensi yang ditawarkan wilayah ini.

"Sektor pariwisata juga menjadi salah satu investasi yang terus berkembang dan apa yang disampaikan gubernur tentang Enggano akan menjadi bahan untuk promosi baik dalam negeri maupun luar negeri," katanya.

Baca juga: Rejang Lebong-Enggano, dua bahasa daerah di Bengkulu terancam punah

Baca juga: Luhut dorong pembangunan Pulau Enggano percepat ekonomi Bengkulu

Baca juga: Kemenhub selesai perbaiki Pelabuhan Kahyapu di Pulau Enggano

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel