Gubernur BI Ajak Masyarakat Berduit Borong Properti

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan kredit di sektor properti mulai meningkat, Hal ini sejalan dengan naiknya penjualan rumah khususnya tipe menengah atas dengan tujuan investasi.

“Untuk properti ketentuannya juga kami kendorkan, kelihatan dari properti sudah mulai sudah naik, kreditnya naik dan juga penjualannya naik tidak hanya yang tipe di bawah 21. Tapi juga untuk tipe tipe yang menengah keatas,” kata Perry dalam Temu Stakeholder Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Semarang, Kamis, (25/3/2021).

Menurutnya, saat ini masyarakat menengah ke atas yang semula menyimpan uangnya di bank sudah mulai digerakkan kembali, salah satunya ke sektor properti. Banyak dari mereka yang mulai membeli apartemen dan perumahan.

“Jadi memang yang punya duit yang selama ini ditaruh di perbankan kayaknya sudah mulai beli apartemen sama perumahan. Ayo monggo dibelilah, belanja-belanja supaya ekonominya itu bisa pulih, sehingga dunia usahanya bisa pulih,” ujarnya.

Berdasarkan survei Bank Indonesia, sebagian besar pembelian properti dilakukan menggunakan pinjaman dari bank yakni sebanyak 75,31 persen. Lanjutnya, Pertumbuhan kredit properti meningkat dari 1,54 persen (yoy) pada September 2020 menjadi 3,01 persen (yoy) pada Januari 2021.

Gubernur BI menyebut peningkatan tersebut juga dipengaruhi dengan dikeluarkannya kebijakan pelonggaran KPR untuk sektor properti. Hal itu seiring dengan fokus Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mendorong kredit dan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas dengan kontribusi besar pada PDB dan ekspor termasuk sektor properti.

“Kami dari KSSK bagaimana kita dari supply perbankannya, makanya suku bunga turun, likuiditas dikendorkan berbagai upaya upaya kita kendorkan. Memang pemulihan itu tidak bisa semua sektor langsung sekaligus, tergantung sektornya termasuk sektor otomotif maupun properti,” pungkasnya.

Diskon PPN Properti Bawa Angin Segar Bagi Konsumen dan Pengembang

Maket rumah yang dipamerkan dalam pameran Indonesia Property Expo (IPEX) 2017 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (11/8). Pameran proyek perumahan ini menjadi ajang transaksi bagi pengembang properti di seluruh Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Maket rumah yang dipamerkan dalam pameran Indonesia Property Expo (IPEX) 2017 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (11/8). Pameran proyek perumahan ini menjadi ajang transaksi bagi pengembang properti di seluruh Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Angin segar bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah berembus kencang dari pemerintah. Pada 1 Maret 2021 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengumumkan kebijakan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen bagi pembelian rumah (rumah tapak, rumah susun, rumah toko, dan rumah kantor).

Aturan relaksasi perpajakan itu diterbitkan pemerintah untuk membantu meringankan masyarakat membeli Rumah di masa pandemi, sekaligus mengatasi permasalahan unit rumah yang telah selesai dibangun pengembang namun belum terjual.

Setidaknya ada 3 syarat yang harus dipenuhi calon pembeli rumah untuk bisa mendapatkan insentif PPN, yaitu pertama, harga rumah maksimal Rp 2 miliar mendapat diskon PPN 100 persen. Sementara untuk rumah dengan banderol Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar diberikan diskon 50 persen.

Kedua, merupakan rumah baru yang diserahkan dalam kondisi siap huni, dan unit rumah harus diserahkan pengembang ke pembeli secara fisik pada periode pemberian insentif, yaitu mulai Maret sampai Agustus 2021.

Ketiga, diberikan maksimal 1 unit rumah untuk 1 orang dan tidak boleh dijual kembali dalam jangka waktu 1 tahun.

Marketing Director PT Ciputra Residence, Yance Onggo menyambut positif diterbitkannya program insentif PPN dari Pemerintah untuk membantu masyarakat bisa memiliki rumah sendiri dengan harga semakin terjangkau.

"Jadi dengan adanya insentif ini, semua stakeholder di industri properti akan terbantu, karena harga rumah yang akan di beli menjadi lebih terjangkau. Untuk mendukung dan menyambut terbitnya Program Pemerintah mengenai Insentif PPN dan mempermudah masyarakat mendapatkan pilihan rumah di proyek Ciputra Group, kami mengadakan event Ciputra Virtual Expo di www.CiputraVirtualExpo.com dengan tema #FestivalReadyStock dan Program PPN 0 persen, yang akan berlangsung mulai 18 Maret hingga 11 April 2021. Sekarang saat paling tepat untuk wujudkan mimpi punya rumah sendiri," kata Yance dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Proyek Ciputra

PT Ciputra Residence merupakan Ciputra Group dengan fokus pengembangan skala kota serta mixed-use development. Ciputra Residence dikenal atas portfolio pemukiman yang ternama serta standar tinggi dan integritas perusahaan. Perusahaan ini tersebar secara geografis di berbagai lokasi di Indonesia.

Proyek pertamanya adalah Citra Garden City yang berlokasi dekat dengan Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta yang dikembangkan pada tahun 1984.

Selanjutnya pada tahun 1994, Ciputra Residence mengembangkan kota mandiri CitraRaya Tangerang seluas 2.760 Ha, yang juga merupakan proyek skala kota terbesar di Ciputra Group. Semenjak itu Ciputra Residence terus mengembangkan berbagai proyek di kota-kota lain di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan melalui perusahaan afiliasinya mengembangkan hingga kota lainnya di luar negeri seperti Hanoi Vietnam, dan Shenyang China.

"Khusus penjualan mulai maret 2021 hingga Agustus 2021 dan selama unit masih tersedia, dapatkan program pembelian Rumah PPN 0 persen dengan harga Rumah Tapak mulai 133 juta, Rumah Susun (Apartment) mulai 168 juta, dan Rumah Toko (Ruko) mulai 799 Juta. Selain itu ada juga Program Extra, yaitu Extra Benefit sd 30 persen dan Extra Reward hingga belasan juta rupiah" pungkas Yance.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

vidio:Keuntungan Beli Rumah Pakai Agen Properti