Gubernur BI: Pandemi meminta rakyat Indonesia bersama bangun negeri

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pandemi COVID-19 meminta seluruh rakyat Indonesia untuk bersama membangun negeri dengan kapasitas dan peran masing-masing.

"Ini adalah salah satu pesan Tuhan yang ingin disampaikan kepada kita melalui pandemi, agar kita menjadi umat dan bangsa yang semakin maju ke depan," ujar Perry dalam Peluncuran Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) dan Peluncuran Praresmi QRIS Antarnegara, di Jakarta, Selasa.

Maka dari itu, ia meminta seluruh rakyat Indonesia bisa bangkit untuk lebih kuat, dan lebih tangguh di tengah pandemi yang masih menjangkit negeri ini.

Saat ini, perekonomian Indonesia sudah mulai terlihat membaik karena dukungan dari berbagai pihak, baik pemangku kebijakan, pelaku usaha, maupun masyarakat.

Dengan demikian, Perry mengimbau agar seluruh dukungan tersebut terus diperkuat supaya ekonomi domestik pulih lebih tangguh dan tumbuh tinggi.

"Itulah semangat-semangat yang harus kita lakukan dalam merayakan kemerdekaan RI ini," katanya.

Selain itu, ia menyebutkan pandemi mengingatkan seluruh warga Indonesia agar semakin dekat dengan Tuhan, mengingat begitu banyaknya permasalahan dalam kehidupan akibat COVID-19 yang penuh misteri.

Oleh karenanya, optimisme bahwa hari esok akan lebih baik, bahwa Tuhan selalu akan memberikan kebaikan, kemudahan, dan keberkahan dari setiap kesulitan serta permasalahan, harus terus diyakini.

"Itulah makna-makna penting yang saya rasakan merupakan pesan-pesan Tuhan dari pandemi ini untuk kita bangkit, sehat, dan optimis," kata Perry.

Baca juga: BI sampaikan rencana anggaran tahun 2022 kepada DPR

Baca juga: Bank Indonesia dan Bank Sentral Thailand luncurkan QR lintas batas

Baca juga: Bank Indonesia salurkan 1.000 tabung oksigen untuk DKI Jakarta

Baca juga: BI perkuat strategi komunikasi bersama Gubernur Bank Sentral EMEAP

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel