Gubernur BI Ungkap Kejanggalan Penurunan Suku Bunga Kredit Perbankan

·Bacaan 2 menit

VIVABank Indonesia (BI) mencatat suku bunga kredit perbankan telah terus mengalami penurunan mengiktui rendahnya kebijakan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate. Meski begitu terdapat kejanggalan dari adanya penurunan suku bunga kredit tersebut.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan telah menurun sebesar 174 basis point (bps) secara tahunan menjadi 8,9 persen pada Maret 2021. Ini melanjutkan penurunan sejak Februari 2021.

"Suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah dan likuiditas yang masih longgar mendorong suku bunga kredit perbankan terus menurun walaupun masih terbatas," kata dia saat konferensi pers, Selasa, 25 Mei 2021.

Baca juga: Hero Tutup Semua Gerai Giant Akhir Juli 2021

Adapun kelompok Bank BUMN, dikatakannya mencatatkan penurunan SBDK yang paling dalam di antara kelompok bank lainnya yaitu sebesar 270 bps secara tahunan pada Maret 2021, sementara SBDK kelompok bank lainnya masih menurun secara terbatas.

Sementara itu, kejanggalan yang diungkapkan Perry terhadap terus menurunnya suku bunga kredit perbankan terletak pada tidak terjadinya penurunan suku bunga kredit baru sebagaimana penurunan suku bung kredit tersebut.

"Namun di sisi lain, penurunan SBDK tersebut belum diikuti dengan penurunan suku bunga kredit baru secara sepadan yaitu hanya menurun sebesar 59 bps year on year pada periode yang sama," tegas Perry.

Berdasarkan kelompok bank, kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) dan bank BUMN mencatatkan penurunan suku bunga kredit baru yang masih sangat rendah.

Perry mengungkapkan, secara tahunan BPD hanya mengalami penurunan suku bunga kredit baru sebesar 34 bps, BUSN hanya 52 bps dan bank BUMN sebesar 55 bps (yoy). Tapi, ditegaskannya, tetap ada kelompok bank yang penurunannya signifikan.

Kelompok bank tersebut adalah Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) yang ditegaskannya mengalami penurunan suku bunga kredit baru paling signifikan. Yaitu sebesar 158 bps secara tahunan.

Hal ini ditegaskan Perry mendorong suku bunga kredit baru untuk kelompok BPD dan BUSN berada pada level tertinggi dibanding kelompok bank lainnya yaitu masing-masing sebesar 10,05 persen dan 9,32 persen.

"Sementara itu, suku bunga kredit baru bank BUMN dan KCBA tercatat masing-masing sebesar 8,70 persen dan 5,34 persen," tegas Perry.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel