Gubernur BI yang Baru Harus Mampu Kelola Moneter  

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Merdeka.com
    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    MERDEKA.COM. Pemilihan umum legislatif telah berakhir. Fase selanjutnya ialah pemilihan presiden. Di fase kedua ini, dua partai politik dengan masing-masing capresnya dijagokan untuk juara yakni PDIP dengan Jokowi dan Gerindra dengan Prabowo.Dalam pileg lalu, berdasarkan hasil hitung cepat, dua partai ini menempati posisi empat besar peraup suara terbanyak bersanding bersama Golkar dan Demokrat. Namun, hanya PDIP dan Gerindra yang kini tengah menjadi sorotan di sektor bisnis karena figur …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura

    TEMPO.CO , Jakarta: Meski memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pelaku perbankan mengharapkan agar Gubernur Bank Indonesia yang baru mampu mengelola masalah terkait dengan moneter dan makro-prudensial yang baik. Gubernur BI juga harus terbuka dan bisa berkoordinasi secara baik dengan pengelola kebijakan fiskal lainnya, seperti Kementerian Keuangan.

"Selain pribadi yang berintegritas dan berindependensi tinggi, penguasaannya terhadap masalah pengelolaan moneter harus bisa diandalkan," kata Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, kepada Tempo, Selasa, 19 Februari 2013.

Menurut Eko, dengan keterbukaan dan koordinasi yang baik dengan pengelola fiskal, pengamanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berlangsung baik. "Dari unsur risiko pasar atau moneter maupun risiko penerimaan fiskal.”

Seperti diketahui, masa jabatan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution usai pada 22 Mei 2013. Sejumlah nama calon penggantinya pun mengemuka jelang pemilihan Gubernur BI.

Selain Darmin, sejumlah nama lain disebut-sebut berpotensi masuk dalam daftar calon yang diajukan Presiden ke DPR. Mereka, antara lain, Hartadi Sarwono dan Halim Alamsyah, yang kini menjabat Deputi Gubernur BI, Fuad Rahmany, yang kini menjabat Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, dan Raden Pardede.

Senada, Direktur Utama Bank Nasional Indonesia Gatot Suwondo mengatakan, ke depan, sosok pemimpin Bank Indonesia harus memiliki latar belakang moneter dan fiskal. "Sebab, tugas perbankan nantinya akan beralih ke Otoritas Jasa Keuangan. BI pada 2014 hanya mengurusi moneter," ujarnya.

Menurut Gatot, kapasitas calon, baik dari internal maupun luar Bank Indonesia, sama baiknya. "Orang-orang BI itu pintar semua. Semua disiapkan sesuai tugasnya selaku regulator. Tapi kalau boleh berpendapat, Pak Darmin sudah cocok (menjadi Gubernur BI)," ujarnya.

Hanya saja, kepemimpinan Darmin Nasution selama ini kurang komplet. Gatot menyarankan agar posisi-posisi kosong bisa diisi. "Pak Darmin kan hanya punya empat deputi, tidak punya deputi gubernur senior," ujarnya. "Tapi secara leadership, background studi, Pak Darmin sudah cocok," ujarnya.

Kemarin, Direktur Utama Bank Danamon Henry Ho menyerahkan kepada pemangku kepentingan mengenai pemilihan gubernur BI yang baru. Yang terpenting, calon gubernur mampu mengelola kebijakan moneter yang baik untuk memastikan perekonomian stabil. "Ini yang perlu dilanjutkan, kepemimpinan dan kebijakan moneter yang baik, serta hubungan dengan perbankan yang kondusif," ujarnya.

AYU PRIMA SANDI

Baca juga

Dewan: Gubernur Jangan Cuma Kelalang-keliling

Menteri Suswono Dicecar KPK Soal Pertemuan Medan

ICW: Suswono Tinggal Menunggu Giliran

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...