Gubernur Heryawan Minta Jalur Gentong Dibuka  

TEMPO.CO, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta agar jalan dan jembatan Gentong baru di Jalan Raya Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, dioperasikan mulai hari ini, Senin 13 Agustus 2012. "Jalur Gentong operasi mulai hari ini,"ujar Heryawan di sela sebuah acara di gerbang tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin, 13 Agustus 2012.

Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat, M. Guntoro  yakin, jalur baru sepanjang 1,2 km di atas jalur Gentong lama itu itu layak dilintasi kendaraan meskipun belum rampung total. "Tadi pagi sebenarnya mulai dibuka. Kalaupun sempat ditutup lagi sebentar mungkin karena untuk pemasangan rambu lalu-lintas,"kata dia di acara yang sama. "Rencananya dibuka sampai H+10 nanti."

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Bimo Anggoro Seno menjelaskan, peran penting jalur baru Gentong adalah mengurangi kemacetan di jalur Gentong lama. Tepatnya akibat penyempitan jembatan Trowek, yang terletak di atas rel kereta api di kawasan itu. "Kami bersyukur kalau jalur baru Gentong bisa dioperasikan musim mudik sekarang,"katanya di Cileunyi.

Dari informasi yang diperoleh Tempo, jalur baru Gentong sempat dibuka untuk dilalui umum sekitar pukul 10.00 WIB tadi. Tapi kemudian ditutup kembali.

Sebelumnya, penanggungjawab teknis proyek jalan dan jembatan Gentong baru Didin Mahrudin mengatakan,  jalur baru tersebut  akan rampung pada Oktober 2012. Jalur baru itu akan ditutup aspal lapis pertama. "Rencananya jalur akan diujicoba pada H-5 sampai H+5, setelah itu ditutup lagi untuk melanjutkan pengerjaan proyek," katanya pekan lalu kepada Tempo.

ERICK P. HARDI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.